Ahli Gizi-mu, Dietisien atau Nutrisionis?

Dietitian and Nutritionist
PatriciaMarieChuey
Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

Loh? Jadi ahli gizi itu ada macam-macam seperti dokter ya? Tetapi, ahli gizi itu sendiri sebenarnya apa sih? Yuk, simak uraian berikut ini untuk mengenal lebih dekat mengenai profesi ahli gizi.

 

Penyelenggaraan pekerjaan dan praktik tenaga gizi di Indonesia diatur berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2013 menggantikan peraturan sebelumnya yaitu Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 374/MENKES/SK/III/2007 mengenai Standar Profesi Gizi [1,2].

 

Di negara-negara seperti di Inggris, Australia, dan Kanada, ahli gizi yang teregistrasi dan dilindungi hukum adalah dietisien, yaitu seseorang yang setelah menempuh pendidikan sarjana gizi kemudian menempuh pendidikan Dietetic Internship atau praktik klinis gizi kemudian mengikuti ujian kompetensi dan memperoleh gelar Registered Dietitian (RD) di belakang namanya. Sedangkan, nutrisionis adalah seseorang yang telah menempuh pendidikan sarjana gizi tetapi tidak menempuh pendidikan Dietetic Internship sehingga mereka tidak bisa bekerja di pelayanan klinik seperti rumah sakit dan menangani orang sakit. Mereka hanya menangani orang sehat dan lebih fokus pada penanganan masalah gizi masyarakat (community nutrition) [3,4,5].

 

Lalu, bagaimana dengan ahli gizi di Indonesia?

 

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2013, tenaga gizi adalah setiap orang yang telah lulus pendidikan di bidang gizi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Berdasarkan pendidikannya, tenaga gizi di Indonesia dikualifikasikan sebagai berikut [1]:

 

Technical Registered Dietisien 

Tenaga gizi lulusan Diploma Tiga Gizi (Ahli Madya Gizi) yang telah lulus uji kompetensi dan teregistrasi sesuai ketentuan peraturan perundang-udangan.

 

Nutrisionis Registered 

Tenaga gizi lulusan Diploma Empat Gizi sebagai Sarjana Terapan Gizi atau tenaga gizi lulusan Sarjana sebagai Sarjana Gizi yang telah lulus uji kompetensi dan teregistrasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Registered Dietisien

Tenaga gizi Sarjana Terapan Gizi dan Sarjana Gizi yang telah mengikuti pendidikan profesi gizi (Dietetic Internship) dan telah lulus uji kompetensi serta teregistrasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, apakah perbedaan antara ketiga kualifikasi tersebut?

 

Registered Dietisien adalah satu-satunya tenaga gizi yang dapat menjalankan praktik pelayanan gizi secara mandiri selain bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas, klinik, dan rumah sakit. Dalam melakukan praktik pelayanan gizi, Registered Dietisien wajib memiliki Surat Izin Praktik Tenaga Gizi (SIPTGz). Sedangkan, Technical Registered Dietisien dan Nutrisionis Registered hanya dapat bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan dan wajib memiliki Surat Izin Kerja Tenaga Gizi (SIKTGz). Tetapi, jika tidak terdapat Registered Dietisien, Technical Registered Dietisien dan Nutrisionis Registered dapat melakukan pelayanan gizi secara mandiri atau berkoordinasi dengan tenaga kesehatan lain yang ada di fasilitas pelayanan kesehatan tempat tenaga gizi yang bersangkutan bekerja [1].

 

SIPTGz atau SIKTGz yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah kabupaten/ kota yang berlaku pada satu (1) tempat diberikan kepada tenaga gizi yang telah memiliki Surat Tanda Registrasi Tenaga Gizi (STRTGz) yang dikeluarkan oleh Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI) yang berlaku selama lima (5) tahun[1].

 

Nutrisionis Registered dan Registered Dietisien dalam melaksanakan pelayanan gizi di fasilitas pelayanan kesehatan meliputi [1]:

1. memberikan pelayanan konseling, edukasi gizi, dan dietetik;

2. pengkajian gizi, diagnosis gizi, dan intervensi gizi meliputi perencanaan, preskripsi diet, implementasi, konseling dan edukasi serta fortifikasi dan suplementasi zat gizi mikro dan makro, pemantauan dan evaluasi gizi, merujuk kasus gizi, dan dokumentasi pelayanan gizi;

3. pendidikan, pelatihan, penelitian dan pengembangan pelayanan gizi; dan

4. melaksanakan penyelenggaraan makanan untuk orang banyak atau kelompok orang dalam jumlah besar.

 

Technical Registered Dietisien hanya dapat memberikan pelayanan gizi untuk orang sehat dan dalam kondisi tertentu yaitu ibu hamil, ibu menyusui, bayi, anak, dewasa, lanjut usia, dan pemberian pelayanan gizi untuk orang sakit tanpa komplikasi yang berada dalam bimbingan Registered Dietisien [1].

 

Registered Dietisien juga memiliki kewenangan berupa menerima klien/ pasien secara langsung atau menerima preskripsi diet dari dokter, menangani kasus komplikasi dan non komplikasi, memberikan masukan kepada dokter yang merujuk bila preskripsi diet tidak sesuai dengan kondisi klien/ pasien, dan merujuk pasien dengan kasus sulit/ critical ill dalam hal preskripsi diet ke dokter spesialis yang berkompeten [1].

 

Nah, sudah jelas perbedaan antara Dietisien dengan Nutrisionis? Oleh karenanya pilihlah profesi yang tepat untuk menangani masalah gizimu.

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

Tentang Penulis dan Penyunting

Fasty A. U. S.Gz. M.S.
UGM - Gizi,. Taipe Medical University - Clinical Nutrition
Fasty adalah mahasiswa master di Taipei Medical University yang mendalami bidang clinical nutrition. Sejak menempuh pendidikan sarjana di Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM) dengan beasiswa prestasi akademik dari DIKTI, Fasty sudah menekuni bidang sindroma metabolik. Pada tahun 2014, Fasty memperoleh kembali beasiswa dari DIKTI, Beasiswa Pendidikan Pascasarjana...
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.