Air Bagi Tubuh

Sudah berapa gelas air yang kamu konsumsi hari ini? Mungkin banyak dari kita yang tidak bisa menjawab pertanyaan ini secara akurat. Hal ini dikarenakan kita lupa atau karena kita kurang memperhatikan kebutuhan air setiap harinya padahal air memiliki peran penting untuk tubuh kita dan menyusun tubuh manusia lebih dari 50%. Jadi sangat kecil kemungkinannya bagi tubuh manusia untuk bertahan selama lebih dari seminggu tanpa mengkonsumsi air.[1]

 

Berikut merupakan fungsi air pada tubuh manusia [2]:

  • Menjaga temperatur tubuh agar tetap normal
  • Sebagai pelumas dan pelindung persendian
  • Melindungi saraf tulang belakang dan jaringan-jaringan tubuh yang sensitif
  • Membantu menghilangkan zat-zat yang tidak lagi berguna bagi tubuh melalui urin, pernafasan dan feses

 

Apa semua manusia membutuhkan jumlah air yang sama? Ternyata jumlah air yang dibutuhkan oleh manusia berbeda-beda loh. Hal ini bergantung pada jenis kelamin, aktivitas sehari-hari, suhu udara dan kondisi khusus seperti mengidap penyakit tertentu [2]. Food and Nutrition Board menyarankan laki-laki dewasa mengkonsumsi satu liter air lebih banyak dibandingkan perempuan. Selain itu aktivitas fisik seperti olahraga dan suhu udara yang tinggi menuntut kita untuk mengkonsumsi air lebih banyak. Namun secara umum kita disarankan untuk mengkonsumsi delapan gelas sehari. Rekomendasi tersebut didapatkan berdasarkan perhitungan jumlah air yang tubuh kita keluarkan setiap harinya. [1]. Manusia akan mengalami dehidrasi akibat ketidakseimbangan cairan tubuh jika jumlah air yang dikonsumsi tidak mencukupi.[3] Sangat penting bagi seseorang yang memiliki masalah dengan kesehatan ginjal untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai hal ini [2]. 

 

Sangat penting untuk memperhatikan jenis minuman yang kita konsumsi. Air mineral, atau yang biasa kita sebut sebagai air putih, lebih disarankan dibandingkan berbagai jenis minuman yang mengandung pemanis terutama minuman dengan kadar gula yang tinggi. Selain dari minuman, dari mana lagi kita bisa mendapat asupan air? Tentunya dari buah-buahan dan makanan yang kita konsumsi. [2]

Yuk penuhi kebutuhan tubuhmu!

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

Tentang Penulis dan Penyunting

afina's picture
Afina Nuur F. M. S.Si., M.Sc.
ITB - Mikrobiologi, Lund University - Food Technology and Nutrition
Afina menyelesaikan studi magister di Lund University, Swedia tahun 2016 dengan jurusan Food Technology and Nutrition. Sebelumnya di tahun 2013 ia mendapatkan gelar sarjana pada bidang Mikrobiologi, Institut Teknologi Bandung. Kedua background keilmuan tersebut membuatnya tertarik untuk mempelajari lebih lanjut mengenai proses fermentasi makanan dan food safety.
rizal's picture
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.