Air Susu Ibu : Gizi Ideal untuk Bayi

Air Susu Ibu
Matt Daigle
[Copyrighted free use], via Wikimedia Commons

Air Susu Ibu (ASI) telah diciptakan sedemikian rupa agar komposisinya sesuai dengan kebutuhan bayi dalam menunjang kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan bayi secara optimal [1,2]. 

 

Lalu, mengapa ASI adalah gizi yang ideal? Hal yang membuat ASI menjadi zat gizi yang ideal untuk bayi kamu adalah ASI mengalami perubahan komposisi dari semenjak awal diproduksi sesuai dengan kebutuhan bayi. Perubahan komposisi ASI dapat dilihat dari ketiga tipe ASI berikut ini: [1]

  • Kolostrum, diproduksi pada minggu pertama menyusui. Pada masa ini, bayi yang baru saja lahir ke dunia belum memiliki imunitas yang baik. Kolostrum menyediakan antibodi, sel darah putih, dan protein yang tinggi untuk menjaga imunitas bayi kamu.
  • Transitional milk, diproduksi selama dua minggu setelahnya. Sesuai dengan namanya, komposisi ASI ini mulai mengalami perubahan untuk menunjang kebutuhan pertumbuhan bayi. Tipe ASI ini mulai memiliki kandungan lemak dan karbohidrat, namun kadar antibodi dan protein mulai menurun.
  • Mature milk diproduksi setelah transitional milk, mengandung seluruh zat gizi penting untuk pertumbuhan bayi yang optimal.

 

Idealnya ASI sebagai zat gizi tidak hanya itu saja! Komposisi ASI sendiri sangat berbeda dengan jenis susu lainnya, kita tidak bisa menyebut ASI sebagai sebuah susu biasa. Apa saja komposisi ASI? Komposisi ASI secara ringkas dapat dilihat pada gambar berikut ini [1,2].

 

Komposisi ASI

Gambar 1. Komposisi ASI [1,2]

 

Berdasarkan tabel tersebut, kamu bisa melihat bahwa kandungan yang terdapat pada ASI bukan hanya sekedar paket zat gizi, tetapi juga terdapat zat aktif. Semua komposisi tersebut, baik zat gizi makro, zat gizi mikro, maupun zat aktif memiliki peran masing-masing untuk meningkatkan daya tahan tubuh (imunitas) bayi [2]. Komposisinya juga dibuat sedemikian rupa sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh bayi yang sistem pencernaannya belum sempurna [2]. Dengan adanya berbagai macam enzim, hormon, faktor pertumbuhan, dan juga sel tubuh lainnya, maka kita dapat mengatakan bahwa ASI bukanlah hanya ‘sekadar susu’ atau ‘sekadar zat gizi’ [1].

 

Pertanyaannya, cukupkah dengan ASI eksklusif? Tidak perlu khawatir, ASI saja sudah dapat memberikan energi yang cukup untuk kebutuhan pertumbuhan bayi selama bayi sehat dan ibu memiliki asupan makanan yang baik [1]. Dengan syarat tersebut, hampir semua zat gizi, termasuk vitamin dapat terpenuhi kebutuhannya. Pengecualian terhadap kondisi ini adalah terdapat kebutuhan tambahan terhadap vitamin K pada bayi lahir serta vitamin D pada bayi menyusui yang berkulit gelap dan kurang mendapatkan pajanan sinar matahari [3]. Kendati demikian, kandungan antibodi, enzim, hormon, dan zat aktif lainnya menawarkan keuntungan yang lebih besar untuk menjaga kesehatan bayi kamu.

 

Jadi, bagaimana? Sudah setujukah kamu bahwa ASI adalah gizi yang paling ideal untuk bayi kamu?

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

Tentang Penulis dan Penyunting

dr. Besthari Anindita Pramitasari
Universitas Indonesia, Dokter
Besthari merupakan dokter umum alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) lulusan tahun 2015 yang memiliki ketertarikan di bidang gizi. Disamping profesinya sebagai dokter, Besthari memiliki ketertarikan sendiri di bidang art & design¸serta entrepreneurship. Besthari telah mengikuti berbagai program dan pelatihan di bidang gizi, art & design, serta entrepreneurship. Saat ini...
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.