Anak gemuk, Menggemaskan atau Mencemaskan?

Banyak orang tua yang senang dengan anak yang gemuk karena alasan lucu dan menggemaskan. Belum hilang dari ingatan kita, berita tentang Arya, anak usia sekolah yang mengalami Obesitas berat sehingga terpaksa tidak dapat menjalanjakn aktifitas layaknya anak-anak seumurannya.  

 

Apakah anak yang gemuk itu sehat? Atau justru berbahaya?

 

Menurut WHO, definisi anak adalah sejak dalam kandungan sampai usia dibawah 19 tahun.  Kegemukan pada masa anak-anak merupakan tantangan paling serius pada abad 21. Pada tahun 2013 jumlah anak yang kelebihan berat badan di bawah usia lima tahun, diperkirakan lebih dari 42 juta., dan 31 juta di antaranya hidup di negara-negara berkembang (2).

 

Apa akibatnya jika anak mengalami kegemukan?

 

Anak-anak yang mengalami kegemukan akan mengalami risiko kesehatan seperti meningkatnya tekanan darah dan kolesterol yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler (penyakit gangguan pada jantung dan pembuluh darah). Pada sebuah penelitian, 70% anak-anak yang mengalami obesitas punya paling sedikit satu faktor risiko penyakit kardiovaskuler sementara 39% lainnya mempunyai dua atau lebih risiko tersebut (3). Selain itu, kegemukan pada anak dapat menyebabkan meningkatnya risiko intoleransi glukosa, resisten terhadap insulin, dan diabetes tipe 2 (4). Anak-anak yang mengalami kegemukan juga berisiko mengalami masalah pernapasan seperti mendengkur dan asma (5,6). Selain risiko kesehatan yang sudah disebutkan diatas, kegemukan pada anak juga dapat menyebabkan stres secara psikologi seperti depresi, masalah perilaku, rendahnya kepercayaan diri dan terganggunya kehidupan sosial dan emosionalnya (7,8,9).

Dalam jangka waktu yang lama, anak yang gemuk akan berpotensi menjadi gemuk pada saat dewasa, sedangkan obesitas pada dewasa berisiko menderita penyakit jantung, diabetes, sindrom metabolik, dan kanker (10,11).

 

Apa yang sebaiknya dilakukan orang tua jika anaknya mengalami kegemukan?

  1. Mendorong agar anak mempunyai kebiasaan makan yang sehat, misalnya dapat dilakukan dengan cara : membiasakan makan sayur dan buah, mengganti susu full cream dengan susu yang rendah lemak, memilih daging tanpa lemak, ikan, ayam tanpa kulit, dan kacang-kacangan sebagai sumber protein, menyajikan makanan sesuai dengan porsinya, membatasi konsumsi gula dan minuman dengan pemanis, membatasi garam dan minyak, serta banyak mengkonsumsi air putih
  2. Membuat makanan favorit anak dengan bahan makanan yang sehat
  3. Membatasi snacki/kudapan yang tinggi kalori. Ibu/orang tua dapat mengganti snack/kudapan anak dengan buah, misalnya 1 buah apel, 1 buah pisang, 1 cup bluberry, dan 1 cup anggur [11].
  4. Bantulah anak-anak anda agar mereka mengerti manfaat melakukan aktifitas fisik.
  5. Sebisa mungkin mengurangi sedentary activity/kurang aktifitas fisik. Mengurangi nonton TV, bermain games, dan bermain internet, tidak lebih dari dua jam sehari.

 

Untuk para orang tua, anak gemuk ternyata tidak selamanya menggemaskan. Mencegah kegemukan pada anak akan memberikan manfaat hingga dia dewasa.

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

  1. Associations Between Obesity and Comorbid Mental Health, Developmental, and Physical Health Conditions in a Nationally Representative Sample of US Children Aged 10 to 17

Tentang Penulis dan Penyunting

asna's picture
A. F. Asna S.Gz., M.P.H.
UGM, Gizi, Ilmu Kesehatan Masyarakat
Asna merupakan lulusan S1 Gizi dari Universitas Gadjah Mada dan melanjutkan pendidikan S2 Gizi Masyarakat ditempat yang sama. Asna saat ini bekerja menjadi seorang tenaga pendidik di salah satu Perguruan Tinggi swasta di Bekasi, Jawa Barat.
rizal's picture
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.