Apakah Obesitas Berbahaya Bagi Ibu Hamil? Part 1

Kehadiran buah hati merupakan tahapan yang dinanti dalam sebuah keluarga, dan tentunya kesehatan ibu dan janin menjadi prioritas pertama selama masa kehamilan. Akan tetapi bagi wanita yang mengalami obesitas  (indeks massa tubuh (IMT)a ≥ 27kg/m2 b) ada beberapa risiko  kesehatan yang dapat ibu dan janin alami selama kehamilan, saat melahirkan dan setelah kelahiran; dimana risikonya lebih tinggi jika dibandingkan dengan wanita yang mempunyai  IMT normal (Tabel 1). Beberapa risiko yang dapat dialami oleh janin atau bayi antara lain:

 

  • Neural Tube Defects (NTDs) 

Merupakan cacat pada otak atau saraf tulang belakang yang dapat menyebabkan kelumpuhan anggota gerak bagian bawah atau kematian bayi (1,2). Belum diketahui secara pasti alasan kenapa ibu dengan obesitas berisiko memiliki bayi dengan NTDs. Diduga kebiasaan makan makanan yang kurang bervariasi, rendah asam folat, dan adanya gangguan metabolisme asam folat dalam tubuh menjadi penyebab timbulnya  NTDs (2, 3).

 

  • Makrosomia (Bayi besar / Bayi lahir dengan berat badan di atas 4kg (4))

Ibu obesitas rentan terhadap diabetes gestasional. Keadaan ini mengakibatkan darah dengan kadar gula tinggi masuk ke janin melalui plasenta yang kemudian tersimpan dalam bentuk lemak (5), dan merangsang  produksi faktor pertumbuhan yang berlebih sehingga  berujung pada makrosomia (6). Kelahiran bayi makrosomia membuat proses persalinan menjadi lebih lama, proses persalinan yang diinduksi, atau operasi sesar. Selain itu bayi makrosomia memiliki risiko mengalami trauma saat lahir, obesitas, dan diabetes di kemudian hari (4, 5, 7).

Lalu, bagaimana dengan ibu? Risiko apa saja yang dapat terjadi selama masa kehamilan bagi wanita yang mengalami obesitas? Mari kita cari tahu  di artikel selanjutnya!

 

Tabel 1. Estimasi besar risiko tiap kondisi kesehatan saat masa kehamilan

Kondisi Kesehatan

Risiko

(Obesitas berbanding IMT normal)

Referensi

Pre-eklampsia

2.3 – 4.2x

(8, 9)

Diabetes Gestasional

1.9 – 3.6x

(8)

Makrosomia

1.6 – 2.6x

(8, 9)

NTDs

1.1x

(8)

Emboli Paru

2.6x

(10)

Induksi Kelahiran

1.6x

(11)

x: (sekian) kali

Catatan:

a IMT = berat badan (kg)/ tinggi badan (m)2

b mengikuti pedoman IMT Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

 

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

  1. Lifestyle interventions for overweight and obese pregnant women to improve pregnancy outcome: systematic review and meta-analysis

  2. Placental weight and efficiency in relation to maternal body mass index and the risk of pregnancy complications in women delivering singleton babies

Tentang Penulis dan Penyunting

I.D.G.S. Deva, S.Si. M.P.H (c)
ITB - Mikrobiologi, Imperial College London - Public Health
Deva saat ini merupakan salah satu mahasiswa magister di Imperial College London dengan jurusan Public Health. Sebelumnya ia lulus dari program studi Mikrobiologi di Institut Teknologi Bandung. Ketertarikan akan penyakit infeksi sejak dari menempuh sarjana, kemudian dibawa dalam jenjang magister dengan mempelajari kesehatan masyarakat yang lebih menekankan pada sisi pencegahan penyakit dalam...
dr. T.R. Basuki M.D., M.P.H., Ph.D. (c)
Reviewer, Medical Doctor, Master - Public Health, PhD - Fetal Medicine, Barcelona University, Lund University
Dr. Basuki sekarang sedang menjalankan pendidikan S3 (PhD) di Barcelona Spanyol dan Lund Swedia. Topik S3 Dr. Basuki adalah Fetal Medicine yang merupakan program bersama Barcelona University dan Lund University. Sebelumnya Dr. Basuki juga menempuh pendidikan S2 di bidang Public Health di 3 universitas di eropa dengan beasiswa Erasmus Mundus.
dr. Besthari Anindita Pramitasari
Universitas Indonesia, Dokter
Besthari merupakan dokter umum alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) lulusan tahun 2015 yang memiliki ketertarikan di bidang gizi. Disamping profesinya sebagai dokter, Besthari memiliki ketertarikan sendiri di bidang art & design¸serta entrepreneurship. Besthari telah mengikuti berbagai program dan pelatihan di bidang gizi, art & design, serta entrepreneurship. Saat ini...
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.