Apakah Obesitas Berbahaya Bagi Ibu Hamil? Part 2

Setelah mengetahui masalah kesehatan yang dapat dialami oleh janin atau bayi, berikut adalah beberapa risiko yang dapat dialami oleh ibu dengan obesitas selama masa kehamilan :

  • Pre-eklampsia

Kondisi ini dialami setelah 20 minggu masa kehamilan yang diindikasikan oleh adanya protein dalam urin (≥ 300mg pada uji urin selama 24 jam) (1) dan hipertensi (≥ 140/90 mmHg). Pada kondisi berat, ibu dapat mengalami gejala nyeri perut, nyeri kepala, gangguan penglihatan, mual muntah, sesak nafas, dan pembengkakan selama masa kehamilan. Pada kasus obesitas, jumlah dan ukuran sel lemak (adiposa) bertambah, kemudian memicu terjadinya inflamasi, penebalan pembuluh darah, stres oksidatif yang berujung pada pre-eklampsia (2,3). Jika keadaan ini berlanjut dapat menyebabkan kejang (eklampsia), gagal ginjal pada ibu, serta menghambat pertumbuhan janin (2,4,5).

 

  • Diabetes Gestasional (Diabetes selama masa kehamilan)

Terjadi  jika satu atau lebih kadar gula darah terukura menjadi abnormal, yaitu: gula darah puasa ≥ 91.8 mg/dL, gula darah 1 jam setelah makan ≥ 180 mg/dL, dan gula darah 2 jam setelah makan ≥ 153 mg/dL pada ibu yang tidak mengalami diabetes sebelum kehamilan (6). Kondisi ini lebih sering terjadi pada ibu obesitas karena obesitas mengakibatkan sel mengalami stres, sehingga sel tidak dapat menggunakan insulin dengan optimal untuk menyimpan gula (7). Diabetes semasa kehamilan menjadi salah satu faktor penyebab makrosomia (bayi besar), bayi prematur (lahir sebelum waktunya), pre-eklampsia, hingga keguguran (8).

 

  • Emboli Paru (Penyumbatan paru-paru oleh gumpalan darah)      

Ini terjadi karena adanya perubahan kadar hormon pada ibu hamil yang dapat mempercepat proses penggumpalan darah (9), dan ibu hamil dengan obesitas cenderung memiliki gaya hidup pasif sehingga mudah mengalami gangguan sirkulasi darah akibat berat badan berlebih, sehingga berakibat pada meningkatnya risiko emboli paru (10).

 

  • Induksi Kelahiran

Ibu yang mengalami obesitas sering kali mengalami kontraksi otot rahim yang melemah saat melahirkan (11), sehingga induksi diperlukan untuk meningkatkan kontraksi otot rahim.   Jika proses ini tidak berhasil, persalinan akan dilakukan melalui operasi sesar (cesarean section)  (12).

 

Dari ulasan dua artikel ini, terlihat bahwa obesitas pada wanita hamil dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan pada ibu dan janin. Cara terbaik untuk mencegah hal tersebut adalah dengan menjaga IMT tetap di ambang normal, 18.5 – 25 kg/m2 sebelum kehamilan dengan melakukan olah raga secara teratur dan mengatur pola makan. Sementara itu, mengurangi berat badan selama masa kehamilan tidaklah dianjurkan karena bisa membahayakan janin (13). Oleh karena itu, ibu hamil dengan obesitas dianjurkan untuk menjaga peningkatan berat badan sekitar   5 – 9 kg selama masa kehamilan (14).

 

Catatan:

adiukur melalui  tes toleransi glukosa oral yang dilakukan dengan cara mengukur kadar gula darah puasa , 1 jam dan 2 jam setelah pemberian 75 g gula

 

 

 

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

Tentang Penulis dan Penyunting

I.D.G.S. Deva, S.Si. M.P.H (c)
ITB - Mikrobiologi, Imperial College London - Public Health
Deva saat ini merupakan salah satu mahasiswa magister di Imperial College London dengan jurusan Public Health. Sebelumnya ia lulus dari program studi Mikrobiologi di Institut Teknologi Bandung. Ketertarikan akan penyakit infeksi sejak dari menempuh sarjana, kemudian dibawa dalam jenjang magister dengan mempelajari kesehatan masyarakat yang lebih menekankan pada sisi pencegahan penyakit dalam...
dr. T.R. Basuki M.D., M.P.H., Ph.D. (c)
Reviewer, Medical Doctor, Master - Public Health, PhD - Fetal Medicine, Barcelona University, Lund University
Dr. Basuki sekarang sedang menjalankan pendidikan S3 (PhD) di Barcelona Spanyol dan Lund Swedia. Topik S3 Dr. Basuki adalah Fetal Medicine yang merupakan program bersama Barcelona University dan Lund University. Sebelumnya Dr. Basuki juga menempuh pendidikan S2 di bidang Public Health di 3 universitas di eropa dengan beasiswa Erasmus Mundus.
dr. Besthari Anindita Pramitasari
Universitas Indonesia, Dokter
Besthari merupakan dokter umum alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) lulusan tahun 2015 yang memiliki ketertarikan di bidang gizi. Disamping profesinya sebagai dokter, Besthari memiliki ketertarikan sendiri di bidang art & design¸serta entrepreneurship. Besthari telah mengikuti berbagai program dan pelatihan di bidang gizi, art & design, serta entrepreneurship. Saat ini...
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.