Bisakah Mengontrol Hipertensi dengan Makanan?

Pertanyaan ini sering muncul dalam pikiran kamu, terutama ketika kamu mengetahui tekanan darahmu melebihi batas normal (hipertensi). Apa benar tekanan darah kita bisa turun dengan makanan? Kalau bisa, seberapa besar yang dapat diturunkan? Bagaimana caranya agar dapat memperoleh hasil yang maksimal? Yuk, disimak pembahasannya.

 

Hipertensi dan Pola Makan

Tekanan darah disebut normal ketika tekanan darah sistol (tekanan saat memompa darah keluar jantung) <120 mmHg dan tekanan darah diastol (tekanan saat darah masuk ke jantung) <80 mmHg, biasanya dituliskan dengan 120/80 mmHg. Seseorang mengalami hipertensi jika tekanan darah sistol >140 mmHg atau tekanan diastol >90 mmHg. Jika kamu mulai memiliki tekanan darah yang berada dalam rentang keduanya (120-139/80-89 mmHg), maka kamu masuk ke dalam tahap pra hipertensi [1]. Hipertensi berdampak pada kerusakan pembuluh darah di berbagai macam organ, seperti mata, ginjal, jantung, dan otak [1]. Oleh karena itu, banyak penyakit yang dapat menyertai hipertensi di kemudian hari apabila kamu tidak mengontrolnya dengan baik. Tapi, bisakah kita mengontrolnya dengan merubah pola makan kita? Tentu saja bisa, bahkan perubahan gaya hidup adalah langkah pertama dalam mengontrol tekanan darah [1,2].

 

Pola makan yang dikenal untuk mengontrol hipertensi adalah Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) [3]. Analisis penelitian yang melibatkan 11 studi menunjukkan bahwa diet ini mampu menurunkan tekanan darah sistol sebesar 4,26 mmHg dan tekanan darah diastol mencapai 2,38 mmHg [4]. Jumlah tersebut tampak kecil, namun cukup signifikan jika dibandingkan dengan diet lainnya. Untuk memperoleh hasil yang lebih maksimal, kamu dapat melakukan beberapa langkah lainnya [3,4].

 

Bagaimana mengontrol tekanan darah secara maksimal?

Seperti yang telah disebutkan, langkah awal mengontrol hipertensi adalah perubahan gaya hidup. Jadi, bukan hanya pola makan saja yang perlu diubah! Berikut ini adalah beberapa langkah untuk mengontrol tekanan darah secara maksimal [3]:

  • Menjaga berat badan yang sehat
  • Melakukan aktivitas fisik intensitas sedang ±4-5 hari/minggu. Contoh aktifitas fisik intensitas sedang adalah berjalan cepat, berenang santai, bersepeda santai.
  • Menjaga pola makan, diet DASH menjadi pilihan untuk orang hipertensi.
  • Berhenti merokok
  • Jika kamu mengkonsumsi minuman beralkohol, kurangi konsumsi minuman tersebut.
  • Konsumsi obat antihipertensi. Hal ini dilakukan hanya ketika tekanan darah kamu tidak dapat terkontrol dengan langkah-langkah yang disebutkan sebelumnya, misalnya ketika tekanan darah terlalu tinggi atau mencapai kondisi krisis hipertensi. Namun, hal ini bukan berarti kamu tidak perlu mengubah gaya hidup jika kamu mengkonsumsi obat-obatan. Efektivitas obat bisa lebih baik jika kamu juga melakukan perubahan gaya hidup, sehingga kebutuhan kamu terhadap obat bisa berkurang.

 

Apakah hal tersebut sulit? Sebenarnya, apabila kamu mengkombinasikan diet DASH dan memperbaiki aktivitas fisik, kamu sekaligus dapat menurunkan berat badan yang berlebih dan menjaganya dalam jangka waktu lama [3,4]. Untuk melakukan aktivitas fisik, kamu dapat mengikuti rekomendasi aktivitas fisik untuk menjaga berat badan sehat seperti di link ini, sedangkan diet DASH akan dibahas lebih detail di link ini.

 

Jadi, mengubah pola makan bisa mengontrol tekanan darah kita, namun hasil yang maksimal hanya dapat diperoleh jika kita mengkombinasikannya dengan perubahan beberapa gaya hidup lainnya. Apabila kamu hanya memiliki peningkatan tekanan darah yang tidak terlalu tinggi atau baru memasuki tahap pra hipertensi, hal yang sangat mungkin bagi kamu untuk mengontrol tekanan darah hanya dengan kombinasi perubahan diet dan aktivitas fisik tanpa menggunakan obat-obatan.

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

  1. 2014 evidence-based guideline for the management of high blood pressure in adults: Report from the panel members appointed to the eighth joint national committee (jnc 8)

  2. Dietary Patterns and Blood Pressure in Adults: A Systematic Review and Meta-Analysis of Randomized Controlled Trials

Tentang Penulis dan Penyunting

dr. Besthari Anindita Pramitasari
Universitas Indonesia, Dokter
Besthari merupakan dokter umum alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) lulusan tahun 2015 yang memiliki ketertarikan di bidang gizi. Disamping profesinya sebagai dokter, Besthari memiliki ketertarikan sendiri di bidang art & design¸serta entrepreneurship. Besthari telah mengikuti berbagai program dan pelatihan di bidang gizi, art & design, serta entrepreneurship. Saat ini...
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.