Cokelat Itu Menyehatkan Lho!

Siapa yang tidak kenal cokelat, makanan manis yang enak ini? Cokelat adalah makanan terbuat dari biji pohon Theobroma cacao, atau sering juga disebut cocoa. Cacao adalah istilah biji pada pohon tersebut, sedangkan cocoa adalah biji yang telah dikupas, dihaluskan, dan dipanaskan [1]. Istilah cokelat sendiri adalah produk campuran dari bahan dasar cacao atau cocoa dengan bahan lainnya seperti gula atau susu [1].

 

Banyak orang khawatir makan cokelat karena kegemukan dan alasan tak sehat lainnya, tetapi sebenarnya cokelat juga memiliki dampak yang baik untuk kesehatan. Efek ini diperoleh dari kandungan bahan dasarnya itu sendiri, yaitu cacao atau cocoa [1]. Bahan dasar pembuat cokelat ini memiliki berbagai efek kesehatan yang sangat beragam dan kamu mungkin tidak menduganya sama sekali.

 

Apa sebenarnya yang terdapat dalam cacao ini? Cacao mengandung asam lemak, serat, vitamin, dan juga berbagai macam mineral [1].

  • Asam lemak. Asam lemak yang terdapat pada cacao adalah campuran asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh rantai tunggal. Komponen utamanya adalah asam oleat, asam palmitat, dan asam stearat [1]. Salah satu jenis asam lemak jenuh ini, yaitu asam stearat diketahui tidak berdampak terhadap peningkatan kadar kolesterol LDL dalam berbagai penelitian [1,2]. Dalam cokelat, kandungan asam stearat ini bisa mencapai 33% [1,2].
  • Serat. Cacao memiliki kandungan tinggi serat, namun beberapa hilang dalam pemrosesan cacao menjadi cokelat. Walaupun begitu, cokelat tetap memiliki kandungan serat di dalamnya, jumlahnya bervariasi antara 0,5-2 gram/100 kalori, tergantung jenis cokelat yang kamu makan [1].
  • Mineral. Berbagai jenis mineral dalam cokelat memiliki peran penting untuk menjaga fungsi pembuluh darah tubuh kita. Kandungan terbanyaknya adalah magnesium, tembaga, kalium, dan kalsium. Semua jenis mineral ini memiliki peran penting untuk mengurangi risiko hipertensi dan aterosklerosis. Aterosklerosis adalah peradangan pada pembuluh darah yang dapat menyebabkan timbulnya plak aterom atau plak lemak pada pembuluh darah [1].
  • Polyphenol. Senyawa polyphenol pada cacao kaya kandungan flavonoid. Flavonoid memiliki berbagai macam peran yang berkontribusi terhadap perlindungan jantung, misalnya sifat antioksidan yang poten, pengaturan imun, dan peningkatan fungsi pembuluh darah. Sama halnya dengan serat, senyawa ini juga berkurang dalam berbagai proses pembuatan cokelat [1-3].

 

Berdasarkan kandungan cacao tersebut, kamu bisa mengetahui bahwa dampak cokelat terhadap kesehatan sangat banyak, terutama untuk kesehatan pembuluh darah dan jantung [3]. Efek ini terutama didapatkan dari kandungan flavonoid [3]. Berbagai macam penelitian menunjukkan bukti bahwa kandungan yang kaya flavonoid pada produk cacao memiliki efek penurunan tekanan darah [3,4]. Walaupun mengandung lemak yang tinggi, cocoa diketahui tidak memiliki pengaruh yang banyak terhadap profil lemak tubuh kita [2,3]. Analisis dari berbagai macam penelitian juga menunjukkan produk cacao ini dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan stroke, namun penelitian lebih lanjut dianjurkan dengan mengikutsertakan studi yang lebih tinggi tingkatnya [5-7].

 

Jadi, bagaimana pilihan cokelatmu?

Seperti yang telah dijelaskan, dampak positif cokelat terhadap kesehatan lebih ditekankan terhadap kandungan flavonoid. Jadi, kualitas cokelat lebih tinggi apabila kandungan flavonoid lebih tinggi. Namun, kandungan flavonoid ini berkurang dalam proses pembuatan cokelat. Oleh karena itu, cokelat yang diproduksi tanpa pemrosesan atau raw dark chocolate adalah yang terbaik [1,8].

 

Sayangnya, produk cokelat yang ada di berbagai supermarket cenderung sudah melalui berbagai macam proses yang merusak kandungan flavonoid ini [1]. Walaupun begitu, salah satu jenis cokelat, yaitu dark chocolate masih memiliki kandungan cocoa yang lebih tinggi [1,8]. Untuk memilih jenis dark chocolate yang berkualitas, kamu perlu memperhatikan bahwa tidak semua jenis dark chocolate memiliki persentase kandungan cocoa yang sama [9]. Pilihan terbaik adalah dark chocolate dengan komposisi cocoa >70%, yaitu jumlah dengan efek antioksidan yang kuat dan kadar gula minimal. Walaupun kadar gula minimal, jenis cokelat ini pun sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah sedang (tidak banyak) [1].

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

  1. Effects of chocolate, cocoa, and flavan-3-ols on cardiovascular health: a systematic review and meta-analysis of randomized trials

    Hooper L, Kay C, Abdelhamid A, Kroon PA, Cohn JS, Rimm EB, et al.. Effects of chocolate, cocoa, and flavan-3-ols on cardiovascular health: a systematic review and meta-analysis of randomized trials. The American Journal of Clinical NutritionThe American Journal of Clinical Nutrition [Internet]. 2012 [cited 2016-02-13 16:41:50];95(3):740-751. http://ajcn.nutrition.org/content/95/3/740
  2. Cacao seeds are a "Super Fruit": A comparative analysis of various fruit powders and products

Tentang Penulis dan Penyunting

dr. Besthari Anindita Pramitasari
Universitas Indonesia, Dokter
Besthari merupakan dokter umum alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) lulusan tahun 2015 yang memiliki ketertarikan di bidang gizi. Disamping profesinya sebagai dokter, Besthari memiliki ketertarikan sendiri di bidang art & design¸serta entrepreneurship. Besthari telah mengikuti berbagai program dan pelatihan di bidang gizi, art & design, serta entrepreneurship. Saat ini...
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.