Coklat dan Stress (1) : Macam Ragam Cokelat

Cokelat Putih
Simon A. Eugster (Own work
CC BY-SA 3.0 (http://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0)], via Wikimedia Commons

Terdapat banyak jenis coklat dan setiap jenisnya memiliki rasa dan warna yang khas. Sejatinya, hampir semua orang tahu cokelat, namun sedikit orang yang tahu bagaimana cokelat diubah dari pabrik biji kakao pertama menjadi barang terakhir yang beredar di pasaran. Semasa proses pembuatan, kombinasi bahan-bahan yang dicampurkan menentukan jenis cokelat apa yang akan dihasilkan. Padatan kakao dalam coklat memberi rasa khusus pada coklatnya. Cokelat dengan banyak padatan kakao biasanya berwarna gelap dan rasa yang khas.

 

Aneka ragam cokelat tersedia di pasaran, mulai dari ragam bentuk maupun rasa. Jenis cokelat pertama yang akan dibahas adalah dark chocolate. Sesuai dengan namanya, dark chocolate merupakan jenis cokelat yang berwarna cokelat gelap. Warna ini dikarenakan kandungan padatan kakao yang tinggi dalam jenis cokelat ini, yaitu 35 persen atau lebih. Komponen utama dari dark chocolate adalah padatan kakao, lemak, dan gula (1). Semakin tinggi kakao yang terkandung maka semakin sedikit lemak dan gula yang ditambahkan. Hal ini menyebabkan cokelat memiliki rasa bittersweet dan konsistensinya tidak lembut (2).

 

Milk chocolate adalah jenis cokelat yang paling banyak berebdar di pasaran. Jenis cokelat ini memiliki warna yang lebih terang dan rasanya lebih manis dibandingkan dengan dark chocolate. Dalam pembuatannya, terjadi pengurangan padatan kakao dan pemberian susu yang menghasilkan tekstur dan rasa yang lebih lembut (3) dan warnaya menjadi cokelat terang. Komponen yang digunakan adalah padatan kakao, cocoa butter, gula, dan terkadangan diberikan pula perasa vanilla (1). Jika lemak yang digunakan bukanlah lemak dari susu ataupun kakao, misalnya dari minyak sayur, maka produk tersebut tidak dapat disebut sebagai cokelat ataupun milk chocolate. Biasanya produk yang menggunakan subtitusi lemak seperti ini memiliki label “made with chocolate”.

 

Berikutnya adalah jenis cokelat white chocolate. White chocolate memiliki keunikan karena tidak dibuat dengan menggunakan padatan kakao sehingga tidak berwarna cokelat. White chocolate mengandung gula, susu, dan cocoa butter (4). Cocoa butter adalah lemak yang diperoleh dari biji kakao. Cocoa butter adalah campuran dari lemak jenuh dan tidak jenuh yang memiliki panjang karbon 20 sampai 16, hal ini membuat tekstur white chocolate yang lembut (2). Menurut Food and Drug Administration (FDA) U.S, white chocolate mengandung gula hingga 55 persen, lemak kakao lebih dari atau sama dengan 20 persen, dan lemak susu lebih dari atau sama dengan 3.5 persen (5).

Nah, ingin tahu bagaimana efek cokelat-cokelat ini terhadap rasa stress dalam tubuh kita? Simak artikel selanjutnya!

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

Tentang Penulis dan Penyunting

Nabila Prasisti S.Gz (c)
Ilmu Gizi, Universitas Brawijaya
Ketertarikan terhadap dunia kesehatan dan makanan menjadikan Nabila untuk masuk ke jurusan Ilmu Gizi. Minat tersebut sudah muncul semenjak di bangku SMA, melihat betapa terkaitnya makanan dan tubuh manusia. Pada tahun 2015, Nabila menempuh pendidikannya di Universitas Brawijaya.
Rifqi Ahmad Riyanto S.Si., M.Sc.
ITB - Mikrobiologi, KNRTU - Food Technology
Kazan National Research Technological University, Rusia menjadi tempat menempuh pendidikan magister bagi Rifqi saat ini dalam bidang Teknologi Pangan. Selain aktif dalam bidang sains, saat ini juga aktif sebagai relawan untuk salah satu lembaga non-profit yang bergerak di bidang sosial.