Diet Golongan Darah itu Nyata?

Kantong Golongan Darah AB
ICSident at German Wikipedia
CC BY-SA 3.0 de (http://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0/de/deed.en)

Ingatkah serunya menentukan golongan darah dengan menusuk jarum di salah satu jari? Bagi setiap orang yang punya kartu identitas, umumnya tertera golongan darah dengan sistem ABO. Penggolongan ini berdasarkan variasi struktural dari senyawa antigen di dalam sel darah merah kita. Tujuan penggolongan ini salah satunya adalah untuk menolong nyawa seseorang dengan memberikan transfusi darah sesuai dengan golongannya ketika keadaan darurat. Ada pula yang mengaitkannya dengan sifat tertentu bahkan makanan yang cocok diasup sesuai golongan darahnya. Benarkah demikian?

 

Hubungan antara golongan darah sistem ABO dengan diet pertama kali dikemukakan oleh P. J. D’Adamo dalam bukunya yang terbit di tahun 1996 lalu [1]. Beliau berasumsi bahwa golongan darah menunjukkan pola makan sejak nenek moyang terdahulu serta dengan mengikuti pola makan sesuai golongan darah yang spesifik dapat meningkatkan kesehatan dan mengurangi penyakit kronis seperti penyakit jantung. Berdasarkan buku tersebut [1], golongan darah O cocok untuk memiliki pola makan dengan kandungan protein hewani yang tinggi sesuai nenek moyangnya di masa berburu. Sebaliknya, golongan darah A sebaiknya melakukan diet vegetarian karena dipercaya berasal dari nenek moyang yang agraris. Golongan darah B dikatakan sesuai mengonsumsi produk dari susu karena nenek moyangnya dari suku yang nomaden. Terakhir, untuk individu yang bergolongan AB dipercaya sangat baik untuk memiliki pola makan yang berada di antara golongan darah A dan B.

 

Sebuah studi yang melakukan tinjauan pustaka secara sistematik [2] menunjukkan bukti yang nihil untuk memvalidasi efek diet sesuai golongan darah untuk kesehatan tubuh. Selain itu, ada pula penelitian [3] yang bertujuan untuk membuktikan efek diet golongan darah ini pada biomarker kardiometabolik (seperti trigliserida, HDL dan LDL) manusia dengan lebih dari seribu relawan. Kesimpulan penelitian ini pun tidak mendukung hipotesis diet golongan darah. Walaupun begitu, laman resmi milik pencetus diet ini [4] memberikan klarifikasi bahwa penelitian yang menghubungkan diet golongan darah dan biomarker kardiometabolik ini kurang representatif karena pemilihan jenis makanannya kurang sesuai.

 

Ilmu pengetahuan terus berkembang, tentu saja penelitian lebih lanjut sangat diperlukan untuk menjawab kebenaran pengaruh pola makan ini pada tubuh kita. Sembari menunggu, tetap jaga kesehatan dengan konsumsi makanan secara wajar.

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

Tentang Penulis dan Penyunting

rifqi's picture
Rifqi Ahmad Riyanto S.Si., M.Sc.
ITB - Mikrobiologi, KNRTU - Food Technology
Kazan National Research Technological University, Rusia menjadi tempat menempuh pendidikan magister bagi Rifqi saat ini dalam bidang Teknologi Pangan. Selain aktif dalam bidang sains, saat ini juga aktif sebagai relawan untuk salah satu lembaga non-profit yang bergerak di bidang sosial.
rizal's picture
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.