Expert Chat: Bagaimanakah MP-ASI yang baik?

Seringkah kamu melihat berbagai menu MP-ASI yang tersebar di berbagai media sosial? Untuk para ibu yang anaknya akan menginjak usia MP-ASI, menu-menu tersebut sangat menarik perhatian. Namun, media sosial seringkali hanya menyajikan jenis-jenis menunya saja, bukan menu MP-ASI harian. Oleh karena itu, para ibu harus cerdas dalam mengkombinasikan dan memilih menu MP-ASI yang ada di media sosial agar seluruh zat gizi yang penting untuk pertumbuhan anak terpenuhi setiap harinya.

 

Sebenarnya, bagaimana MP-ASI yang baik untuk pertumbuhan anak?

 

M. N. Hasan Syah S.Gz., M.Kes.
Dosen dan Peneliti Gizi Masyarakat dan Kebijakan Gizi
Jika memperhatikan aspek tumbuh kembang anak, protein dan lemak yang banyak diperoleh dari sumber hewani memang berperan penting untuk pertumbuhan. Namun, sayur dan buah-buahan juga merupakan sumber vitamin dan mineral yang penting untuk tubuh. Vitamin dan mineral ini memiliki peranan yang penting untuk menjaga kekebalan tubuh anak sehingga anak tidak mudah sakit. Selain itu, MP-ASI juga berperan penting untuk pengenalan dini makanan sehat pada anak, sehingga MP-ASI yang baik adalah yang diolah sendiri.

 

Fasty A. U. S.Gz. M.S.
Clinical Nutritionist
Setuju sekali, anak-anak memang membutuhkan protein dan lemak, terutama lemak esensial seperti AA, DHA dan EPA yang penting untuk perkembangan otak. Namun, metabolisme zat tersebut juga memerlukan vitamin dan mineral yang diperoleh dari buah dan sayuran.

 

dr. Besthari Anindita Pramitasari
Medical Doctor
Tidak hanya itu,  ASI sudah tidak lagi memenuhi kebutuhan energi dan beberapa zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan anak saat usia 6 bulan. Peran MP-ASI adalah memenuhi kebutuhan tersebut, sehingga MP-ASI yang baik harus memenuhi semua kebutuhan energi dan zat gizi yang sudah tidak dapat dipenuhi oleh ASI. Zat gizi terbanyak yang tidak terpenuhi adalah protein, zat besi (Fe), zinc (Zn), dan vitamin A.

 

Jadi, bagaimana sebaiknya kombinasi menu MPASI sehari-hari agar seluruh zat gizi untuk pertumbuhan terpenuhi?

 

M. N. Hasan Syah S.Gz., M.Kes.
Dosen dan Peneliti Gizi Masyarakat dan Kebijakan Gizi
Untuk memenuhi seluruh kebutuhan zat gizi, sebaiknya memilih makanan yang kaya gizi dan beragam untuk dijadikan MP-ASI, seperti mengkombinasikan sayuran dan makanan sumber hewani.

 

dr. Besthari Anindita Pramitasari
Medical Doctor
Benar, poin utama MP-ASI adalah kaya gizi. Perlu diketahui bahwa lambung bayi hanya mampu menampung ±200 ml makanan [1]. Dalam jumlah yang sedikit tersebut, makanan yang dikonsumsi harus memiliki kandungan gizi tinggi (nutrient dense food). Dari seluruh zat gizi yang tidak terpenuhi oleh ASI, zat besi memiliki kesenjangan kebutuhan (gap) yang paling besar dan paling sulit dipenuhi. Zat gizi lainnya biasanya secara otomatis akan terpenuhi dengan pemenuhan zat besi ini.
Kebutuhan zat besi sulit dipenuhi tanpa makanan sumber hewani karena sumber hewani adalah sumber zat besi yang paling baik dan sebaiknya dikonsumsi setiap hari. Untuk sayuran, dapat dipilih sayuran hijau yang juga kaya zat besi maupun vitamin A, dikombinasikan dengan buah-buahan yang kaya vitamin C. Vitamin C ini dapat membantu penyerapan zat besi. 

 

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

Tentang Penulis dan Penyunting

Muh. Nur Hasan Syah S.Gz., M.Kes.
UNHAS, Gizi Masyarakat dan Kebijakan Gizi, Dosen, Peneliti
Muh. Nur Hasan Syah yang memiliki nama panggilan Anca merupakan dosen dan peneliti di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia. Sebelumnya di Tahun 2010 dia telah menamatkan program sarjana dan masternya dengan latar belakang keilmuan pada bidang gizi di Universitas Hasanuddin, Makassar. Anca mengkhususkan fokus studinya pada gizi masyarakat dan kebijakan gizi.
dr. Besthari Anindita Pramitasari
Universitas Indonesia, Dokter
Besthari merupakan dokter umum alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) lulusan tahun 2015 yang memiliki ketertarikan di bidang gizi. Disamping profesinya sebagai dokter, Besthari memiliki ketertarikan sendiri di bidang art & design¸serta entrepreneurship. Besthari telah mengikuti berbagai program dan pelatihan di bidang gizi, art & design, serta entrepreneurship. Saat ini...
Fasty A. U. S.Gz. M.S.
UGM - Gizi,. Taipe Medical University - Clinical Nutrition
Fasty adalah mahasiswa master di Taipei Medical University yang mendalami bidang clinical nutrition. Sejak menempuh pendidikan sarjana di Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM) dengan beasiswa prestasi akademik dari DIKTI, Fasty sudah menekuni bidang sindroma metabolik. Pada tahun 2014, Fasty memperoleh kembali beasiswa dari DIKTI, Beasiswa Pendidikan Pascasarjana...