Expert Chat: Koran untuk bungkus gorengan, baikkah ?

Jalebi in Newspaper wrap
Lion Harvinder
CC BY-SA 4.0 (http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0)], via Wikimedia Commons

Kembali lagi bersama expert chat Zywie Laboratorium. Topik kali ini adalah kemasan makanan.

 

Teman-teman Zywie Laboratorium mungkin pernah membeli gorengan dan kemudian gorengan tersebut dibungkus dengan koran bekas. Apakah aman koran bekas tersebut ?

 

Di expert chat kali ini, dua pakar Zywie Laboratorium akan memberikan pendapat mereka mengenai apakah koran bekas aman untuk bungkus gorengan atau tidak.

 

Yuk kita simak diskusi pakar-pakar dari Zywie Laboratorium

 

Bagaimana dengan kemasan kertas print bekas untuk kemasan makanan(gorengan) ?

 

Tessa A. S. B.AS., M.Sc.

Process and Food Technology, Food Science, Restauranter

Kalau menurut saya apakah kertas print aman atau tidak tergantung jenis tinta yang dipakai di kertas print tersebut, apakahnya tintanya food grade atau tidak. Apakah bekas koran untuk bungkus atau kemasan gorengan itu aman atau tidak, menurut saya untuk jangka panjang bisa berbahaya bagi kesehatan tubuh. Hal ini dikarenakan, sepengetahuan saya, percetakan koran tidak memakai tinta yang food grade.

 

Dipl-Ing A. Chrisant R. S.T., M.Sc.

Food Innovation and Product Design

Kalau bungkus gorengan menggunakan kertas bekas dan koran bekas tentu saja tidak baik untuk kesehatan.

 

Ini juga salah satu alasan kenapa kertas yang sudah didaur ulang itu tidak food grade. Hal ini dikarenakan adanya kontaminasi dari tinta.

 

Tinta yang tidak food grade mengandung “mineral oil” yang dapat bermigrasi ke dalam makanan. Kalau kita konsumsi dapat menyebabkan gangguan ginjal, kelenjar hormon dan kanker [1]. Tetapi, sampai saat ini belum ada riset dan penelitian secara detail untuk mengetahui tingkat toksikologi dari zat tersebut. Saat ini, penelitian tersebut masih dilakukan oleh EFSA (European Food Safety Authority).

 

Jadi berdasarkan diskusi diatas, pesan yang bisa kita ambil sebagai penjual makanan dan calon konsumen adalah, sebisa mungkin hindari penggunaan koran bekas atau bekas majalah sebagai bungkus makanan. Gunakan kemasan makanan yang food grade.

 

One more thing, kalau terman-teman ingin mengetahui bahan yang baik untuk kemasan makanan, teman-teman bisa membaca artikel berikut ini.

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

Tentang Penulis dan Penyunting

Tessa A. S. B.AS., M.Sc.
Haagse Hogeschool - Process and Food Technology, University of Helsinki - Food Science, Restauranter
Memiliki passion di bidang pangan yang tertanam sejak dini karena usaha rumah makan milik keluarganya. Tahun 2007, hijrah ke Den Haag, Belanda untuk meraih gelar sarjana di bidang Process and Food Technology (Haagse Hogeschool). Melanjutkan magisternya di bidang Food Science di University of Helsinki, Finlandia. Sejak Februari 2014, Tessa kembali ke tanah air untuk mengembangkan bisnis rumah...
Dipl-Ing A. Chrisant R. S.T., M.Sc.
SGU - Food Technology, AgroParisTech, Dublin Institute of Technology, Lund University - Food Innovation and Product Design
Chrisant sekarang sedang memperkaya ilmunya dalam Erasmus Mundus Master Course of Food Innovation and Product Design (FIPDes). Seorang dengan ketertarikan terhadap dunia internasional, Chrisant memanfaatkan setiap kesempatan untuk traveling untuk melihat bagaimana beragam cara orang menjalani hidup. Seringkali juga, traveling membantu Chrisant menemukan kesukaannya yang lain, yaitu makanan.