Fakta atau Hoaks: Nasi mengandung pengawet jika berwarna biru ketika ditetesi Betadine

Beberapa waktu yang lalu tersebar kabar di media sosial yang menyatakan bahwa untuk mengecek apakah beras mengandung bahan kimia atau tidak, caranya adalah dengan ditetesi Betadine (Gambar 1). Jika warna nasi berubah jadi biru, berarti beras tersebut mengandung pengawet. Jika berubah menjadi hitam, berarti beras mengandung zat pemutih. Ada juga yang mengatakan kalau nasinya mengandung zat kontrasepsi. Sedangkan jika tidak berubah warna, artinya berasnya aman, tidak mengandung pengawet dan pemutih. Benarkah info tersebut?

 

Rumor pati ditetesi Betadine
Creative Commons

Gambar 1. Rumor nasi berwarna biru ketika ditetesi Betadine. Sumber: Facebook.

 

Jawabannya, info tersebut adalah HOAKS dan menyesatkan! Kenapa?

 

Perubahan warna menjadi biru, itu membuktikan bahwa nasi-mu asli, bukan nasi jadi-jadian dari beras palsu, bukan karena nasi-mu mengandung bahan pengawet, pemutih, atau zat kontrasepsi.

 

Sebelum membahas dengan lebih detail, mari kita pahami dulu bahwa semua zat/materi yang ada di alam ini adalah bahan kimia. Tubuh kita merupakan kumpulan dari zat-zat kimia. Kita bernapas menghirup oksigen, yang merupakan zat kimia. Nasi yang kita makan pun adalah zat kimia. Tanpa bahan-bahan kimia tersebut, kita tidak dapat hidup dan tidak akan ada kehidupan di dunia ini.

 

Sekarang, kenapa nasi berubah warna jadi biru ketika ditetesi Betadine?

 

Nasi adalah salah satu sumber pati/karbohidrat utama [1], di samping kentang, gandum, ubi jalar, dan lainnya. Komponen utama pati adalah amilosa dan amilopektin (Gambar 2). Keduanya merupakan polimer rantai panjang dari glukosa (gula). Bedanya, rantai glukosa pada amilosa tidak bercabang (glukosa berikatan satu sama lain melalui ikatan α(1-4) glikosida) sedangkan pada amilopektin bercabang-cabang (glukosa berikatan satu sama lain melalui ikatan α(1-4) glikosida dan α(1-6) glikosida pada percabangannya) [2]. Struktur amilosa yang tak bercabang tersebut, melingkar membentuk struktur heliks seperti kawat spiral.

 

Betadine merupakan merk dagang dari Povidone-iodine, suatu senyawa kompleks antara polyvinylpyrrolidone (PVP) dengan iodine (Gambar 2). Povidone-iodine adalah zat antiseptik yang biasa digunakan sebagai disinfektan pada luka kecil maupun pada sebelum dan setelah proses operasi [3]. Iodine pada senyawa kompleks ini akan terlepas secara perlahan sehingga dapat membunuh bakteri, jamur, virus, dan juga kuman-kuman lainnya [3]. Karena proses pelepasannya yang lambat, maka toksisitas iodine terhadap sel-sel tubuh manusia dapat diminimalkan [4]. Molekul iodine (I2) sendiri tidak mudah larut dalam air. Oleh karena itu, di dalam larutan, iodine berada dalam bentuk poli-ionnya (poliiodida) yang bermuatan negatif, seperti I3-, I5-, I7-, …, In-.

 

Gambar 2. Struktur amilosa, amilopektin, kompleks PVP-Iodin, dan kompleks amilosa-poliiodida.
Keni Vidilaseris
Creative Commons

Gambar 2. Struktur amilosa, amilopektin, kompleks PVP-Iodin, dan kompleks amilosa-poliiodida. By Keni Vidilaseris.

 

Ketika nasi ditetesi dengan Betadine, terjadi perubahan warna menjadi biru atau bahkan kehitaman. Hal ini terjadi karena poliiodida pada Betadine masuk ke dalam struktur heliks amilosa membentuk senyawa kompleks amilosa-poliiodida (Gambar 2) [5]. Nah, kompleks ini lah yang memberikan warna biru. Sedangkan, interaksi amilopektin dengan iodine tidak menghasilkan warna biru intens seperti pada kompleks amilosa-iodin, tetapi berwarna merah pucat keungunan [6]. Hal ini terjadi karena adanya percabangan pada amilopektin sehingga kompleks yang terbentuk dengan poliiodida tidak berlanjut terus, tapi terputus-putus. 

 

Karena komposisi amilosa dan amilopektin pada tiap-tiap jenis beras berbeda, maka intensitas warna birunya juga berbeda-beda. Begitu juga dengan sumber karbohidrat lain seperti kentang, gandum, dan jagung, warnanya akan sedikit berbeda satu sama lain tergantung dari komposisi dan rasio amilosa dan amilopektinnya.

 

Kesimpulannya adalah...

 

Jadi sekali lagi, ketika kamu menetesi nasi dengan Betadine dan terjadi perubahan warna menjadi biru, itu membuktikan bahwa nasi-mu asli dan mengandung amilosa, bukan nasi jadi-jadian dari beras palsu. Jadi bukan karena nasi-mu mengandung bahan pengawet, pemutih, atau zat kontrasepsi ya.

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

  1. Amylose and Amylopectin Content of Starches Determined by their Iodine Complex Formation1

    F. Bates L, French D, Rundle RE. Amylose and Amylopectin Content of Starches Determined by their Iodine Complex Formation1. Journal of the American Chemical SocietyJournal of the American Chemical Society [Internet]. American Chemical Society; 1943;65(2):142 - 148. http://dx.doi.org/10.1021/ja01242a003
  2. Infinite Polyiodide Chains in the Pyrroloperylene–Iodine Complex: Insights into the Starch–Iodine and Perylene–Iodine Complexes

Tentang Penulis dan Penyunting

Keni Vidilaseris, PhD
ITB-Kimia, Biokimia; PhD- Biologi struktural, Vienna University
Keni adalah seorang peneliti di Departemen Biokimia, Universitas Helsinki, Finlandia sejak tahun 2014. Fokus penelitiannya adalah penentuan struktur protein membran dari parasit penyebab malaria, toksoplasmosis, dan juga sleeping sickness sebagai target pengobatan. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana dan masternya dari program studi Kimia di Institut Teknologi Bandung. Pendidikan Doktoralnya ia...
Tessa A. S. B.AS., M.Sc.
Haagse Hogeschool - Process and Food Technology, University of Helsinki - Food Science, Restauranter
Memiliki passion di bidang pangan yang tertanam sejak dini karena usaha rumah makan milik keluarganya. Tahun 2007, hijrah ke Den Haag, Belanda untuk meraih gelar sarjana di bidang Process and Food Technology (Haagse Hogeschool). Melanjutkan magisternya di bidang Food Science di University of Helsinki, Finlandia. Sejak Februari 2014, Tessa kembali ke tanah air untuk mengembangkan bisnis rumah...
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.