Fakta atau Hoax: Garam Beryodium Bikin Pintar, MITOS atau FAKTA ?

Garam Beryodium

Apa benar garam beryodium sesakti itu?

 

Regulasi garam yodium dimuat dalam Keppres no. 69/1994. Pemerintah yakin semua orang makan garam. Selain itu, pemerintah sadar bahwa kekurangan yodium itu berbahaya bagi kesehatan. Jadi, dipilihlah garam sebagai media masuknya yodium ke dalam tubuh kita. 

 

Garam beryodium, sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), mengandung yodium 30 – 80 ppm [1]. Kita bisa mengidentifikasi kualitas garam dengan cara meneteskan larutan tes yodium; yang dijual di apotek; ke atas garam. Kalau garam berwarna biru pekat, artinya kualitas garam itu baik. Kalau garam berwarna ungu muda atau malah tidak berubah warna, artinya itu garam kualitas rendah.

 

Yodium adalah mineral penting untuk perkembangan otak. Penelitian di Turki membuktikan bahwa kekurangan yodium dapat menyebabkan penurunan kadar N-asetilaspartat. N-asetilaspartat adalah asam amino yang menentukan massa jenis saraf otak gitu [2,3]. Jadi esensinya ada di yodium, bukan pada garamnya. Sumber yodium kan banyak, misalnya seafood [4].  Angka kecukupan yodium kita ada dalam daftar Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2013 yang tersedia di link berikut ini.

 

Anak pintar itu hasil usaha maksimal dalam waktu panjang. Perkembangan otak dimulai sejak janin [5]. Jadi untuk memastikan asupan janin tercukupi, ibu harus memiliki status gizi dan asupan yang baik selama kehamilan. Bukan cuma asupan yodium aja yang diperhatikan. Selain dari aspek kehamilan, 2 tahun pertama sejak kelahiran anak juga sangat berperan dalam menentukan potensi anak. 80% perkembangan otak terjadi di masa ini [6]. Jadi, pola makan saudara kita yang baru lahir harus dijaga! Ingat, bayi usia 0 - 6 bulan hanya boleh minum ASI saja [7]. Selanjutnya, baru deh makan sesuai dengan pertambahan usia dan kebutuhannya.

 

Ingat, makanan saja tidak cukup guys. Anak juga perlu mendapat stimulasi yang sesuai dengan usianya. Contohnya, anak usia 2-7 tahun. Kata psikolog Jean Piaget, usia tersebut ada dalam tahap pengenalan gambar, warna, dan simbol [8]. Maka wajar kalau kita mencoba mengajarkan rumus pitagoras ke anak usia 6 tahun dan mereka tidak paham.

 

So, slogan garam yodium bikin anak pintar tidak berarti harfiah ya. Ingat kata pepatah, rajin pangkal pandai. Intinya adalah kita harus rajin juga untuk makan makanan bergizi dan rajin belajar.

 

Konsumsi garam berlebihan malah bisa jadi salah satu faktor pemicu hipertensi lho! Coba baca juga artikel terkait hipertensi di sini.

 

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

  1. Iodised Salt and Iodine Supplements for Prenatal and Postnatal Growth : a Rapid Scoping of Existing Systematic Reviews

Tentang Penulis dan Penyunting

Ruth A. A. S.Gz, M.P.H. (c)
Gizi Kesehatan, Ilmu Kesehatan Masyarakat
Memiliki passion dalam hal kegiatan lapangan dan berinteraksi dengan masyarakat, menjadi alasan kuat baginya untuk terus menambah ilmu dan pengetahuan. Setelah mengantongi gelar sarjana gizi dari fakultas kedokteran UGM di tahun 2015, ia langsung mengambil jurusan yang sama dan masih di kampus yang sama. Kini ia sedang menyusun tesisnya di bidang gizi dan perkembangan anak. Selain itu, dia juga...
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.