Fakta atau Hoax: Minuman Dingin itu Menggemukkan atau Menguruskan?

Minuman dingin akan terasa sangat menyegarkan, terutama untuk orang-orang Indonesia yang beriklim tropis ini. Namun, beberapa orang sering mendengar bahwa minuman dingin itu menggemukkan dan sebagian lainnya justru mengatakan menguruskan. Manakah yang benar?

 

Dibalik Minuman Dingin

Temperatur minuman diketahui mempengaruhi kepuasan saat mengkonsumsi minuman [1,2]. Dalam kondisi suhu lingkungan hangat/panas seperti di Indonesia ini, mendinginkan area mulut dengan minuman es (dingin) memuaskan rasa haus dan menimbulkan persepsi ‘refreshing’. Inilah mengapa orang Indonesia banyak menyukai minuman dingin [1]. Artikel terkait minuman dingin mengungkapkan bahwa minuman dingin membakar kalori lebih banyak karena tubuh perlu menaikkan suhu minuman sesuai suhu tubuh. Penelitian pun menunjukkan bahwa minuman dingin membakar kalori lebih banyak, tetapi peningkatannya hanya ±4,5%! Jumlah tersebut setara dengan 1/5 jumlah kalori sesungguhnya yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu minuman [3]. Artinya, tubuh tidak membakar kalori lebih untuk meningkatkan suhu minuman yang diminum [3].

 

Masalah terkini Minuman Dingin

Kamu tentu pernah mengunjungi supermarket, kafe, atau melihat penjual minuman di sekitar kamu bukan? Disana kamu akan menemukan minuman dingin yang beragam. Ada soda, jus buah kemasan, susu, kopi, atau teh manis. Minuman ini berbeda dengan air mineral karena ada tambahan gula di dalamnya sehingga kalorinya pun lebih besar [4]. Jika konsumsi kalorimu melebihi kebutuhan, maka berat badanmu pun meningkat. Data menunjukkan bahwa orang memperoleh tambahan 224 kalori/hari dari minuman jenis ini, bahkan 5% populasi bisa memperoleh tambahan hingga 540 kalori/hari [4].

 

Salahkah mengkonsumsi minuman ini? Kenyataannya, beberapa jenis minuman tersebut, seperti susu, jus buah, kopi, atau teh memiliki manfaat yang beragam [4,5]. Kopi dan teh diketahui memiliki kandungan polifenol tinggi yang berperan untuk mengurangi risiko penyakit jantung atau diabetes [4,5]. Susu juga mengandung berbagai macam kandungan vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh [5]. Manfaat dari buah banyak diketahui karena kandungan mineral dan vitaminnya, namun mengonsumsinya dalam bentuk jus berbeda dengan konsumsi buah seutuhnya. Jus buah pada umumnya hanya mengandung sedikit serat dan memiliki efek mengenyangkan yang lebih rendah dibandingkan konsumsi buah [5].

 

Jadi, minuman tersebut memiliki manfaat kesehatan [4, 5], Namun, karena minuman yang dijual tersebut telah ditambahkan berbagai zat tambahan seperti gula atau krim (yang berakibat buruk bagi tubuh jika terlalu banyak), maka manfaat kesehatan dari minuman tersebut menjadi tidak optimal.

 

Menggemukkan atau Menguruskan?

Temperatur minuman bukan menjadi masalah untuk berat badanmu, tetapi apa yang kamu minum memiliki peranan yang lebih penting. Minum air mineral dapat membantu dalam proses penurunan berat badan, sedangkan minuman yang mengandung pemanis justru bisa menambah berat badan. Jika kamu terbiasa minum minuman manis, menggantinya dengan air mineral merupakan cara mudah untuk mengurangi kalori [4]. Tapi perlu diingat, mengganti minuman hanya faktor kecil dalam menurunkan berat badan. Kamu perlu melakukan hal lebih besar jika menginginkan perubahan berat badan yang signifikan, seperti meningkatkan aktivitas fisik.

 

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

  1. Water-Induced Thermogenesis Reconsidered: The Effects of Osmolality and Water Temperature on Energy Expenditure after Drinking

  2. Resolved: there is sufficient scientific evidence that decreasing sugar-sweetened beverage consumption will reduce the prevalence of obesity and obesity-related diseases

Tentang Penulis dan Penyunting

cindy's picture
dr. Besthari Anindita Pramitasari
Universitas Indonesia, Dokter
Besthari merupakan dokter umum alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) lulusan tahun 2015 yang memiliki ketertarikan di bidang gizi. Disamping profesinya sebagai dokter, Besthari memiliki ketertarikan sendiri di bidang art & design¸serta entrepreneurship. Besthari telah mengikuti berbagai program dan pelatihan di bidang gizi, art & design, serta entrepreneurship. Saat ini...
rizal's picture
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.