Fakta atau Hoax: Minyak Zaitun, Lemak Sehat atau Penipuan Masal? Part 2

Regulasi dan standarisasi minyak zaitun diatur oleh The International Olive Council (IOC), organisasi antar pemerintah yang berpusat di Spanyol. Menurut IOC, kurang lebih 50% minyak zaitun yang beredar di pasaran berlabel Extra Virgin, padahal kurang dari 10% produksi minyak zaitun dunia yang lolos klasifikasi Extra Virgin [1]. Ternyata setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, penipuan dan pemalsuan minyak zaitun terjadi secara masif dan terencana.

 

Di tahun 2008, 400 polisi di Italia merazia 85 perkebunan zaitun dan menangkap 23 orang yang melakukan pelabelan ulang minyak zaitun yang diproduksi dari negara lain dengan label “Made in Italy” [2].  Di kesempatan lain, razia 7 pabrik minyak zaitun dan penangkapan 40 orang di bagian utara dan selatan Italia mengungkapkan bahwa klorofil dan beta-karoten ditambahkan ke minyak kedelai dan minyak biji matahari lalu dijual dengan label extra virgin olive oil [3]. Polisi lalu menyita 25.000 liter minyak palsu yang siap untuk di ekspor tersebut.

 

Laporan dan investigasi yang dilakukan oleh UC Davis Olive Center terhadap merk-merk minyak zaitun di California, Amerika Serikat, juga menyatakan bahwa 73% merk minyak zaitun (Tabel 1) yang beredar di pasaran palsu dan tidak lolos standar kemurnian yang ditetapkan, termasuk merk-merk terkenal yang sering kita temui di Indonesia [4,5].

 

Tabel 1: Tes sensorik merk-merk minyak zaitun di California, Amerika Serikat, berdasarkan IOC test. 73% (66 dari 90 sampel) gagal lolos tes sensorik sebagai Extra Virgin Olive Oil. [4]

Nama Merk

Jumlah Sampel

Tidak Lolos Tes Sensorik

Persentase Gagal (%)

California Olive Ranch

18

0

0

Cobram Estate

8

0

0

Lucini

18

2

11

Colavita

18

10

56

Star

18

11

61

Bertolli

18

13

72

Filippo Berio

18

15

83

Pompeian

18

17

94

 

Waduh, gawat dong! Berarti ada kemungkinan besar bahwa minyak zaitun yang kita beli di supermarket palsu? Sayangnya iya. Berita buruknya lagi, tanpa peralatan laboratorium yang memadai, akan amat susah membedakan mana minyak zaitun yang asli dan minyak zaitun yang palsu.

 

Lalu bagaimana solusinya? Idealnya, belilah minyak zaitun yang kita tahu sumber perkebunannya. Tetapi ini tentu akan sulit dilakukan di Indonesia karena hampir semua minyak zaitun di Indonesia diimpor. Selain itu, lihat juga harganya, semakin murah harganya, semakin besar kemungkinan bahwa minyak zaitun tersebut sudah dicampur dengan minyak lain yang lebih murah. Solusi lain, konsumsi minyak alternatif produksi lokal, contohnya minyak kelapa (virgin coconut oil).

 

 

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

Tentang Penulis dan Penyunting

Tessa A. S. B.AS., M.Sc.
Haagse Hogeschool - Process and Food Technology, University of Helsinki - Food Science, Restauranter
Memiliki passion di bidang pangan yang tertanam sejak dini karena usaha rumah makan milik keluarganya. Tahun 2007, hijrah ke Den Haag, Belanda untuk meraih gelar sarjana di bidang Process and Food Technology (Haagse Hogeschool). Melanjutkan magisternya di bidang Food Science di University of Helsinki, Finlandia. Sejak Februari 2014, Tessa kembali ke tanah air untuk mengembangkan bisnis rumah...
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.
Keni Vidilaseris, PhD
ITB-Kimia, Biokimia; PhD- Biologi struktural, Vienna University
Keni adalah seorang peneliti di Departemen Biokimia, Universitas Helsinki, Finlandia sejak tahun 2014. Fokus penelitiannya adalah penentuan struktur protein membran dari parasit penyebab malaria, toksoplasmosis, dan juga sleeping sickness sebagai target pengobatan. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana dan masternya dari program studi Kimia di Institut Teknologi Bandung. Pendidikan Doktoralnya ia...
dr. T.R. Basuki M.D., M.P.H., Ph.D. (c)
Reviewer, Medical Doctor, Master - Public Health, PhD - Fetal Medicine, Barcelona University, Lund University
Dr. Basuki sekarang sedang menjalankan pendidikan S3 (PhD) di Barcelona Spanyol dan Lund Swedia. Topik S3 Dr. Basuki adalah Fetal Medicine yang merupakan program bersama Barcelona University dan Lund University. Sebelumnya Dr. Basuki juga menempuh pendidikan S2 di bidang Public Health di 3 universitas di eropa dengan beasiswa Erasmus Mundus.