Fakta atau Hoax: Teh Hijau Menurunkan Berat Badan?

Kamu pernah mendengar iklan produk teh yang berkhasiat menurunkan berat badan? Produk ini tentu menarik untuk dibeli bagi kamu yang ingin menurunkan berat badan. Produk teh dengan ‘klaim’ menurunkan berat badan biasanya menggunakan bahan dasar teh hijau. Tapi, sudahkan kamu mempelajari kebenaran ‘klaim’ tersebut?

 

Sebelum menyimpulkan khasiatnya, kamu harus mengetahui terlebih dahulu kandungan yang ada dalam teh hijau. Komponen utama di dalam semua jenis teh adalah polifenol, namun jenis polifenol utama yang terdapat pada masing-masing teh berbeda [1,2]. Pada teh hijau, komponen polifenol utamanya adalah epigallocatechin gallate (EGCG). Zat ini dapat mengaktifkan enzim yang meningkatkan metabolisme lemak [1,2]. Selain itu, teh juga mengandung kafein yang sudah terkenal dapat meningkatkan metabolisme. Penelitian menunjukkan bahwa campuran kafein-EGCG dapat meningkatkan pengeluaran energi dan oksidasi lemak selama 24 jam lebih besar dibandingkam kafein saja dalam jumlah yang sama [2,3,4]. Hal ini menandakan EGCG juga memiliki efek terhadap metabolisme lemak.

 

Lalu, seberapa besar manfaatnya dalam menurunkan berat badan? Penelitian membuktikan bahwa konsumsi teh hijau bisa membantu penurunan berat badan, namun efeknya tidak terlalu besar. Orang yang mengonsumsi teh hijau rata-rata memiliki pencapaian 1,31 kg lebih banyak dalam 12 minggu dibandingkan dengan orang yang tidak mengonsumsinya [5]. Beberapa studi lainnya menunjukkan penurunan berat badan hingga 4-5 kg lebih banyak dalam 12 minggu [5,6]. Perbedaan ini diduga dipengaruhi oleh kebiasaan konsumsi kafein sehari-hari dan etnis yang berbeda [5]. Orang yang tidak terbiasa mengonsumsi kafein lebih sensitif terhadap jumlah kafein yang sedikit saja dibandingkan dengan orang yang mengonsumi kafein secara teratur [5]. Karena kafein juga membantu meningkatkan efek penurunan berat badan, perbedaan sensitivitas setiap orang terhadap kafein juga mempengaruhi hasilnya.

 

Jadi, kamu mau diet dengan teh hijau? Teh hijau memiliki efek bermacam-macam, sehingga konsumsi rutin dapat memberi berbagai manfaat untuk tubuhmu. Namun, memilih konsumsi teh hijau hanya untuk tujuan menurunkan berat badan bukanlah hal yang bijaksana. Penelitian yang dilakukan mengenai efek teh hijau terhadap berat badan tetap dikombinasikan dengan pola makan yang sesuai dengan pedoman gizi seimbang. Oleh karena itu, pola makanmu tetap memiliki peran utama dan konsumsi teh hijau hanyalah tambahan yang mungkin membantu dalam proses penurunan berat badanmu.

 

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

Tentang Penulis dan Penyunting

dr. Besthari Anindita Pramitasari
Universitas Indonesia, Dokter
Besthari merupakan dokter umum alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) lulusan tahun 2015 yang memiliki ketertarikan di bidang gizi. Disamping profesinya sebagai dokter, Besthari memiliki ketertarikan sendiri di bidang art & design¸serta entrepreneurship. Besthari telah mengikuti berbagai program dan pelatihan di bidang gizi, art & design, serta entrepreneurship. Saat ini...
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.