Habis Lahiran Mau Kurus ?! Ubah Pola Makan

Uji Kehamilan
By Klaus Hoffmeier
[Public domain], via Wikimedia Commons

Ada dua hal yang bisa buat para ibu senang setelah melahirkan. Pertama bayi sehat dan kedua, bisa kurusan seperti sebelum hamil. Nah, untuk yang kedua ini sudah banyak cara atau metode yang dipakai para ibu, salah satunya dengan merubah pola makan.

Pola makan waktu ibu mengandung dan setelah melahirkan sangatlah berbeda. Pada waktu mengandung kebutuhan ibu sekitar 2300-2500 kkal/hari dengan kenaikan berat badan antara 10-15 kg tergantung dari IMT ibu tersebut [1]. Setelah melahirkan biasanya untuk terjadi penurunan berat badan antara 5-11 kg atau 2000-2200 kcal/hari [2]. Tetapi perlu diketahui penurunan berat badan harus dikondisikan dengan kecukupan ASI dari ibu tersebut [2]. Penelitian menjelaskan bahwa sebaiknya seorang ibu yang ingin menurunkan berat badannya disarankan untuk memulai menurunkan berat badan setelah 3 bulan pasca melahirkan, hal ini untuk memulihkan stamina ibu pasca melahirkan [3].

Cara mengatur pola makan yang sehat agar berat badan turun ialah dengan mengurangi konsumsi lemak dan kalori yang berlebihan [3]. Selain itu pola makan harus diatur dengan 3 kali sehari plus makanan ringan [4]. Konsumsi makanan juga harus dengan gizi seimbang, seperti perbanyak sayuran, jus buah, yoghurt dan susu rendah lemak.

Hasil penelitian dengan 85 responden, yang mengalami perubahan berat badan sebanyak 69 orang (81,2%) [5]. Selain itu terdapat juga penelitian lain yang menjelaskan bahwa ibu dengan pola makan dengan asupan yang kurang memiliki peluang 2,6 kali terjadi perubahan berat badan dibandingkan dengan ibu yang asupan makanannya berlebih [3].

Baca juga artikel untuk menurunkan berat badan setelah melahirkan berikut ini!

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

Tentang Penulis dan Penyunting

Dipo Wicaksono S.K.M. M.K.M
Universitas Indonesia, Gizi Kesehatan Masyarakat, Dosen, Peneliti
Dipo sekarang bekerja sebagai dosen ilmu gizi di salah satu Universitas Swasta di Jakarta. Selain menjadi dosen, Dipo juga sebagai peneliti, baik peneliti di pemerintah maupun di tempat almamaternya di Universitas Indonesia (UI).
Rifqi Ahmad Riyanto S.Si., M.Sc.
ITB - Mikrobiologi, KNRTU - Food Technology
Kazan National Research Technological University, Rusia menjadi tempat menempuh pendidikan magister bagi Rifqi saat ini dalam bidang Teknologi Pangan. Selain aktif dalam bidang sains, saat ini juga aktif sebagai relawan untuk salah satu lembaga non-profit yang bergerak di bidang sosial.