Hubungan Diet dan Pencernaan Karbohidrat

Kebanyakan kalori dalam diet kita berasal dari karbohidrat

Karbohidrat adalah sumber kalori besar dalam diet kita. (1) Tubuh paling mudah mendapatkan energi dari karbohidrat dibanding dengan lemak atau protein. Maka, seperti dikutip dari Dietary Guidelines for Americans, jumlah kalori dari karbohidrat sebaiknya berkisar antara 40-65% total kalori yang kita konsumsi. (2)

 

Tidak semua karbohidrat sama

Ada monosakarida dan disakarida seperti di jelaskan dalam  artikel tentang karbohidrat. Singkatnya, karbohidrat dalam bentuk paling sederhana disebut sebagai monosakarida seperti glukosa, fruktosa, galaktosa. (3)

Untuk dapat diserap oleh tubuh, karbohidrat harus dipecah sampai ke bentuk monosakarida.(4) Disakarida dan polisakarida akan di pecah oleh enzim-enzim pencernaan. Seperti dijelaskan dalam artikel tentang nasi, karbohidrat yang paling banyak terdapat dalam makanan adalah starch atau pati dan memiliki dua tipe molekul, amylopectin dan amylose. Baik amylopectin maupun amylose merupakan polisakarida yang terdiri atas glukosa glucose. Yang membedakan antara amylose dan amylopectic adalah pada struktur kimianya. Amylose memiliki bentuk yang lebih padat sehingga lebih susah untuk dicerna dibanding dengan amylopectin. (5)

 

Tahap-tahap pencernaan karbohidrat

Karbohidrat dicerna di beberapa lokasi dalam sistem pencernaan (5):

  • Mulut

Di dalam mulut, karbohidrat akan mengalami pencernaan mekanis saat kita mengunyah dan memecah makanan . Enzim amylase terdapat di dalam air liur dan akan mulai mencerna karbohidrat secara kimia. Enzim ini kemudian akan dinonaktifkan saat memasuki lambung. Kenapa? Karena kondisi di lambung asam dengan adanya asam lambung, dan enzim amylase tidak dapat berfungsi di kondisi yang asam. Karbohidrat tidak mengalami pencernaan di dalam lambung.

  • Usus kecil

Di awal makanan masuk ke dalam usus kecil, makanan akan menemui enzim amylase yang diproduksi oleh pankreas. Amylase ini berfungsi sama seperti amylase yang ditemukan di dalam air liur, yaitu memecah karbohidrat menjadi molekul yang lebih kecil. Hasilnya adalah molekul karbohidrat yang lebih kecil seperti oligosakarida, maltosa, maltotriosa, dan α-Limit dextrins.

Molekul karbohidrat yang lebih kecil kemudian akan diolah lebih lanjut oleh enzim Glucoamylase (terjadi paling banyak di bagian akhir usus halus atau nama lainnya ileum) dan Sucrase-isomaltase serta β-Glycosidase (terjadi paling banyak di bagian tengah usus halus atau nama lainnya jejunum). Maka, usus halus adalah lokasi utama pencernaan karbohidrat yang pada akhirnya akan diserap oleh tubuh.

  • Usus besar

Setelah melewati usus kecil, ada beberapa karbohidrat yang masih luput dari pencernaan seperti resistant starch dan juga karbohidrat lainnya. Contohnya adalah luputnya laktosa karena produksi enzim lactase yang kurang memadai pada orang-orang lactose intolerant. Monosakarida dan disakarida yang luput akan mengalami fermentasi oleh mikroba yang terdapat di dalam usus besar. Ini dapat menyebabkan beberapa masalah pencernaan seperti diare, gas berlebihan, dan kembung.

 

Karbohidrat lain yang akan masuk ke dalam usus besar adalah serat, yang memang tidak dapat dicerna oleh enzim-enzim tersebut diatas.

 

Pencernaan karbohidrat juga dipengaruhi oleh?

Faktor-faktor yang dapat memepengaruhi pencernaan karbohidrat antara lain: viscositas atau kekentalan dari kadar serat, bentuk makanan (merupakan cairan atau makanan padat), proporsi amylose vs amylopectin, cara makanan tersebut diolah/dimasak, dan kandungan protein serta lemak. (1)

Contohnya, mengkonsumsi protein bersamaan dengan karbohidrat dapat menstimulus produksi insulin. Maka dianjurkan untuk makan protein bersamaan dengan karbohidrat untuk menjaga gula darah tetap rendah. Mengkonsumsi lemak dengan karbohidrat akan membuat makanan berdiam lebih lama dalam lambung dan dicerna dengan lebih lambat sehingga menghindari kenaikan gula darah yang terlalu cepat .

 

Setelah dicerna

Setelah dicerna, karbohidrat kemudian di serap ke dalam darah dan dapat digunakan oleh tubuh. Untuk tahu lebih tentang bagaimana konsumsi karbohidrat dapat mempengaruhi gula darah, lihat di artikel Zywielab mengenai Glycemic Index ya!

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

Tentang Penulis dan Penyunting

Dipl-Ing A. Chrisant R. S.T., M.Sc.
SGU - Food Technology, AgroParisTech, Dublin Institute of Technology, Lund University - Food Innovation and Product Design
Chrisant sekarang sedang memperkaya ilmunya dalam Erasmus Mundus Master Course of Food Innovation and Product Design (FIPDes). Seorang dengan ketertarikan terhadap dunia internasional, Chrisant memanfaatkan setiap kesempatan untuk traveling untuk melihat bagaimana beragam cara orang menjalani hidup. Seringkali juga, traveling membantu Chrisant menemukan kesukaannya yang lain, yaitu makanan.
dr. T.R. Basuki M.D., M.P.H., Ph.D
Reviewer, Medical Doctor, Master - Public Health, PhD - Fetal Medicine, Barcelona University, Lund University
Dr. Basuki menyelesaikan pendidikan S3 (PhD) di Barcelona Spanyol dan Lund Swedia. Topik S3 Dr. Basuki adalah Fetal Medicine yang merupakan program bersama Barcelona University dan Lund University. Sebelumnya Dr. Basuki juga menempuh pendidikan S2 di bidang Public Health di 3 universitas di eropa dengan beasiswa Erasmus Mundus.
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.