Indah Diatur, Sehat Diukur

Dari beragam sumber terpercaya seperti zywielab ini, kita bisa mendapatkan beragam informasi sehat untuk kesehatan tubuh kita, keluarga dan teman. Pada akhirnya kita ingin diri kita juga orang terdekat kita sehat dengan mengonsumsi makanan yang tepat diperlukan tubuh. Ada kalanya beberapa makanan saat kita olah dalam bentuk masakan menjadi kurang menarik untuk dilahap. Ternyata seni di balik meracik bahan makanan pada tahap akhirnya ini pun penting juga untuk meningkatkan nafsu makan kita.

 

Rasa pertama datang dari mata. Apa yang ditampilkan oleh masakan di piring adalah sebuah presentasi umum tentang apa yang terkandung di masakan tersebut. Beragam studi, salah satunya studi berikut (1), telah menunjukkan bahwa warna makanan dan minuman akan memberikan kesan tersendiri terhadap suatu makanan dan minuman tersebut. Pada akhirnya akan memberikan pengalaman baik atau buruk terhadap masakan tersebut.

 

Selain warna, bagaimana kita menampilkan menu masakan tersebut di piring juga memberikan pengaruh. Penelitian ini (2) memberikan sebuah gambaran bahwa masakan yang diatur dengan rapi di atas piring akan memberikan kesan lebih bersih, segar, berkualitas dan bahkan pembeli pun akan berani membeli dengan harga tinggi. Berbeda dengan makanan yang tanpa pengaturan akan kurang disenangi. Walaupun memang ada beberapa masakan tradisional kita yang mungkin tampak bercampur-campur namun di sana terdapat pula kerapian dan seni tinggi, tergantung dari sisi mana kita melihatnya.

 

Sebuah penelitian (3) menunjukkan perbandingan ketertarikan responden terhadap sebuah menu makanan. Menu tersebut dibuat dalam dua versi. Yang pertama ditampilkan dalam bentuk tradisionalnya yang rapi di mana sayur, nasi merah dan daging tampak terpisah di piring. Yang kedua ditampilkan dalam bentuk kontemporer di mana sayur, nasi merah dan daging tampak agak bercampur namun tetap rapi. Hasil menunjukkan bahwa responden lebih memilih yang kontemporer. Terlebih lagi, responden menjadi lebih “berani” untuk memakan makanan yang terbilang kurang diminati namun sehat seperti sayuran dan nasi merah di menu tersebut saat ditampilkan dalam bentuk kontemporer.

 

Untuk kita dan keluarga yang mungkin sulit memakan beberapa jenis makanan seperti sayuran, tak perlu berkecil hati. Ayo kita gunakan kreativitas untuk menampilkan masakan sehat tersebut hingga tanpa sadar mereka juga melahap makanan sehat tersebut.

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

Tentang Penulis dan Penyunting

Rifqi Ahmad Riyanto S.Si., M.Sc.
ITB - Mikrobiologi, KNRTU - Food Technology
Kazan National Research Technological University, Rusia menjadi tempat menempuh pendidikan magister bagi Rifqi saat ini dalam bidang Teknologi Pangan. Selain aktif dalam bidang sains, saat ini juga aktif sebagai relawan untuk salah satu lembaga non-profit yang bergerak di bidang sosial.
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.