Asam Lemak Trans

Margarin
By erloteiel from Dallas
TX
Creative Commons Licenses

Sebagian asam lemak tak jenuh dari tumbuhan yang kita temukan di alam seperti asam oleat umumnya memiliki konfigurasi kimia cis pada ikatan rangkap rantai karbonnya. Sedangkan dengan kemajuan teknologi, konfigurasi ini bisa diubah, salah satunya dengan teknik hidrogenasi parsial [1], menjadi trans seperti yang tampak pada gambar di bawah ini.

 

Struktur Trans & Cis

Gambar 1. Perbedaan Konfigurasi cis-trans dari Asam Oleat 

 

Perubahan pada satu ikatan karbon ini akan mempengaruhi sifat fisik dan kimia dari bahan makanan yang mengandung asam lemak trans ini. Perubahan tersebut antara lain peningkatan waktu simpan dari bahan makanan tersebut serta penurunan titik lelehnya sehingga di suhu ruang pun bahan makanan tersebut masih berbentuk padat [2], contohnya mentega.

 

Kini berdasarkan penelitan yang dilakukan oleh para ahli [3] menunjukkan bahwa konsumsi bahan makanan yang mengandung asam lemak trans dapat meningkatkan LDL (low-density lipoprotein) serta mengurangi HDL (high-density lipoprotein) sehingga membahayakan bagi peredaran darah. Juga berdasarkan penelitian, konsumsi yang berlebihan dari asam lemak trans ini dapat menyebabkan inflamasi di mana terjadi aktivitas berlebih dari sistem imun sehingga dapat berimplikasi pada penyakit jantung, stroke, diabetes dan beragam penyakit kronis lainnya. Oleh karena itu, WHO pada tahun 2003 menyarankan untuk mengonsumsi bahan makanan yang mengandung asam lemak trans paling banyak 1% dari total kalori harian kita [4].

Kategori

Referensi

  1. TRANSforming the Food Supply is the final report of the Trans Fat Task Force, co-chaired by Health Canada and the Heart and Stroke Foundation of Canada

Tentang Penulis dan Penyunting

Rifqi Ahmad Riyanto S.Si., M.Sc.
ITB - Mikrobiologi, KNRTU - Food Technology
Kazan National Research Technological University, Rusia menjadi tempat menempuh pendidikan magister bagi Rifqi saat ini dalam bidang Teknologi Pangan. Selain aktif dalam bidang sains, saat ini juga aktif sebagai relawan untuk salah satu lembaga non-profit yang bergerak di bidang sosial.
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.