Flavonoid

Flavonoid merupakan kelompok senyawa aromatik dengan gugus hidroksil ( -OH) yang ditemukan pada buah, sayuran, biji-bijian, akar, batang, bunga dan daun tanaman [1]. Senyawa alamiah ini terkenal karena manfaatnya yang baik bagi kesehatan tubuh manusia bahkan sebelum para ilmuwan berhasil mengidentifikasi senyawa tersebut. Telah lebih dari 4000 jenis flavonoid yang telah teridentifikasi. Sebagian besar berperan sebagai pemberi warna yang menarik pada bunga, buah dan dedaunan [2].

 

Hingga kurang lebih 50 tahun yang lalu, informasi mengenai cara kerja flavonoid masih belum jelas. Pada tahun 1930 misalnya, senyawa baru berhasil diisolasi dari buah jeruk yang dipercaya masuk kelompok vitamin dan direncanakan akan dinamakan vitamin P. Setelah penelitian lebih lanjut, ternyata senyawa ini adalah flavonoid dengan nama rutin. Selanjutnya penelitian dengan fokus flavonoid dan mekanisme kerjanya pun semakin berkembang hingga sekarang. [3]

 

Empat kelompok flavonoid, contoh dan sumbernya terangkum dalam tabel berikut [3]:

Kelompok Senyawa Sumber
Flavones Apigenin Kulit Apel
  Chrysin Beri
  Kaempferol Brokoli
  Luteolin Seledri
  Myricetin Kulit Buah
  Rutin Cranberi
  Sibelin Anggur
  Quercetin Bawang
Flavonones Fisetin Buah Jeruk
  Hesperetin Kulit Jeruk
Catechins Catechin Anggur Merah
  Epicatechin Teh
Anthocyanins Cyanidin Beri
  Delphinidin Ceri
  Malvidin Anggur
  Pelargonidin Raspberi
  Petunidin Stroberi

 

 

Secara umum, efek penting dari flavonoid adalah penghilangan radikal bebas dari turunan oksigen. Eksperimen secara in vitro (dengan sel atau mikroba) menunjukkan bahwa senyawa flavonoid memiliki kemampuan antialergi, antiinflamasi dan antikanker [1].

Tentang Penulis dan Penyunting

Rifqi Ahmad Riyanto S.Si., M.Sc.
ITB - Mikrobiologi, KNRTU - Food Technology
Kazan National Research Technological University, Rusia menjadi tempat menempuh pendidikan magister bagi Rifqi saat ini dalam bidang Teknologi Pangan. Selain aktif dalam bidang sains, saat ini juga aktif sebagai relawan untuk salah satu lembaga non-profit yang bergerak di bidang sosial.
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.

Artikel Di Kategori Yang Sama

Fakta atau Hoax: Teh Hijau Menurunkan Berat Badan?