Fosfor

Lambang P dalam tabel periodik kimia menjadi pertanda bagi unsur yang kita sebut dengan fosfor ini. Setiap harinya, unsur ini kita dapatkan dari konsumsi berbagai makanan seperti ikan, sereal, produk susu hingga berbagai makanan olahan yang memakai bahan tambahan pangan berbasis fosfat misalnya asam fosfat. Unsur ini di dalam tubuh kita berperan penting dalam berbagai proses dalam tubuh kita. Misalnya dalam pembentukan tulang, sebagai unsur yang membantu mengaktifkan kerja enzim, berperan dalam kerja ginjal juga sebagai penyeimbang di dalam sel-sel kita[2].  

 

Direkomendasikan oleh Food and Nutrition Board of the US Institute of Medicine sebaiknya mengonsumsi sebanyak 700 mg/hari untuk orang dewasa[1]. Lalu apa yang terjadi bila kita kekurangan unsur ini?

 

Kekurangan unsur fosfor menyebabkan unsur kalsium terlepas dari tulang lalu dikeluarkan melalui air seni (hiperkalsiuria)[2]. Namun ditemukan juga hasil penelitian bahwa setiap peningkatan konsumsi 100 mg fosfor meningkatkan risiko keretakan tulang sebesar 9%, yang setelah dilakukan berbagai penelitian dikarenakan oleh perubahan hormonal sehingga keseimbangan kalsium dalam tulang terganggu[3]. Juga kandungan fosfor yang berlebih di dalam tubuh kita bisa meningkatkan risiko terkena penyakit kardiovaskular (jantung) karena meningkatnya proses kalsifikasi (penumpukan kalsium) di dalam arteri koroner serta katup aorta di jantung[4]. Dilaporkan pula penggunaan unsur fosfor yang umum pada makanan olahan menjadi salah satu penyebab asupan fosfor yang berlebih di dalam tubuh kita, yang tentunya akan berdampak negatif pada metabolisme kalsium yang dapat merusak tulang kita[2].

 

Mari semakin cermat memilih makanan olahan yang akan kita konsumsi!

Referensi

  1. Protein Supplements Increase Serum Insulin-Like Growth Factor-I Levels and Attenuate Proximal Femur Bone Loss in Patients with Recent Hip FractureA Randomized, Double-Blind, Placebo-Controlled Trial

  2. Association of Serum Phosphate with Vascular and Valvular Calcification in Moderate CKD

    Adeney KL, Siscovick DS, Ix JH, Seliger SL, Shlipak MG, Jenny NS, et al.. Association of Serum Phosphate with Vascular and Valvular Calcification in Moderate CKD. Journal of the American Society of Nephrology : JASNJournal of the American Society of Nephrology : JASN [Internet]. 2009 [cited 2015-12-20 12:56:42];20(2):381-387. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2637048/

Tentang Penulis dan Penyunting

Rifqi Ahmad Riyanto S.Si., M.Sc.
ITB - Mikrobiologi, KNRTU - Food Technology
Kazan National Research Technological University, Rusia menjadi tempat menempuh pendidikan magister bagi Rifqi saat ini dalam bidang Teknologi Pangan. Selain aktif dalam bidang sains, saat ini juga aktif sebagai relawan untuk salah satu lembaga non-profit yang bergerak di bidang sosial.
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.