Kalium (Potassium)

Cowpea
The International Institute of Tropical Agriculture i Nigeria (IITA)
Nigeria Cowpea. By The International Institute of Tropical Agriculture i Nigeria (IITA) [Attribution], via Wikimedia Commons http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/1/19/Nigeria_Cowpea_fro_F_IITA.jpg

Perkenalkan unsur dengan simbol K ini, sering pula disebut sebagai Potassium. Unsur ini merupakan salah satu mikronutrien yang memiliki peran penting dalam tubuh kita sebagai penjaga total volume cairan tubuh kita, keseimbangan asam dan elektrolit, serta berperan dalam menjaga sel bekerja dengan normal [1]. Normalnya, kalium yang berlebihan di dalam tubuh akan dikeluarkan melalui air seni dan juga keringat. Sebagian besar individu bisa dengan mudah mendapatkan pengganti kalium yang hilang melalui konsumsi makanan saja tanpa perlu meminum suplemen khusus [2]. Makanan yang mengandung unsur ini cukup mudah ditemukan dalam buah-buahan dan sayur-sayuran yang masih segar. Adanya pemrosesan seperti pengalengan serta diet yang rendah konsumsi sayuran serta buah-buahan segar dapat membuat kita kekurangan kalium [3]. Contoh makanan yang banyak mengantung kalium adalah kacang tunggak, hazelnut, bayam dan pisang.

 

Kekurangan konsumsi unsur kalium ini telah dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular (jantung) dan hipertensi (tekanan darah tinggi), serta konsumsi yang cukup dapat melindungi dari kedua penyakit ini [4]. Hipertensi sendiri dianggap sebagai salah satu penyebab utama berbagai penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner serta stroke. Tekanan darah di atas 115 mmHg diperkirakan menyumbang sejumlah 49% total kasus penyakit jantung koroner serta 62% total kasus penyakit stroke [5].

 

Fungsi unsur kalium dalam tubuh kita tidak terlepas dari fungsi unsur sodium. Ketika konsumsi sodium meningkat, peningkatan konsumsi kalium bisa bermanfaat untuk mengurangi efek negatif dari banyaknya konsumsi sodium dalam tekanan darah [6].

 

WHO merekomendasikan peningkatan asupan unsur kalium ini dalam makanan untuk mengurangi tekanan darah yang juga mengurangi kemungkinan terkena berbagai penyakit kardiovaskular seperti stroke dan penyakit jantung koroner pada orang dewasa. Angka yang disarankan adalah 3510 mg/hari untuk orang dewasa [7].

Referensi

Tentang Penulis dan Penyunting

Rifqi Ahmad Riyanto S.Si., M.Sc.
ITB - Mikrobiologi, KNRTU - Food Technology
Kazan National Research Technological University, Rusia menjadi tempat menempuh pendidikan magister bagi Rifqi saat ini dalam bidang Teknologi Pangan. Selain aktif dalam bidang sains, saat ini juga aktif sebagai relawan untuk salah satu lembaga non-profit yang bergerak di bidang sosial.
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.