Kromium

Logam dengan lambang Cr ini memiliki tiga buah valensi yang tersedia di alam ini yakni Cr (II), Cr (III) dan Cr (IV); dari ketiga valensi tersebut, kromium trivalen Cr (III)-lah bentuk yang paling stabil dalam sistem biologis sehingga tidak mudah masuk ke dalam membran biologis. Sedangkan Cr (II) mudah teroksidasi dan tidak stabil serta Cr (IV) bersifat karsinogenik. (1)

 

Kromium trivalen di dalam tubuh kita mempengaruhi sintesis hormon tiroid. Selain itu, logam ini juga memiliki interaksi dengan hormon insulin serta reseptornya. Hal ini membuatnya menjadi salah satu zat gizi mikro yang mempunyai peran dalam kesetimbangan glukosa dalam tubuh kita serta berhubungan dengan penyakit diabetes. (1)

 

Kita bisa mendapatkan unsur ini dari makanan sehari-hari seperti gandum, daging dan merica. Kadar yang diperlukan juga tidak terlalu besar. Rata-rata setiap harinya dari penelitian di 14 negara, kromium trivalen sebanyak 30-60 μg sudah mencukupi (1). Apabila kita kekurangan unsur ini dalam diet kita, dihipotesiskan oleh beberapa peneliti bahwa akan meningkatkan risiko terkena penyakit diabetes tipe 2 (2), di mana insulin kita menjadi semakin tidak sensitif terhadap glukosa di dalam darah. Sedangkan untuk kelebihan unsur kromium masih belum ditemukan efek sampingnya (2), namun sebaiknya kita konsumsi sesuai rata-rata orang sehat saja.

Tentang Penulis dan Penyunting

Rifqi Ahmad Riyanto S.Si., M.Sc.
ITB - Mikrobiologi, KNRTU - Food Technology
Kazan National Research Technological University, Rusia menjadi tempat menempuh pendidikan magister bagi Rifqi saat ini dalam bidang Teknologi Pangan. Selain aktif dalam bidang sains, saat ini juga aktif sebagai relawan untuk salah satu lembaga non-profit yang bergerak di bidang sosial.
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.