Magnesium

Tempe
FotoosVanRobin
[CC BY-SA 2.0 (http://creativecommons.org/licenses/by-sa/2.0)], via Wikimedia Commons

Magnesium (Mg) adalah salah satu contoh mineral makro. Jangan tertukar ya sama salah satu jenis mineral lain yang mirip namanya, Manganese (Mn).

 

Magnesium memiliki peran dalam aktifitas lebih dari 600 jenis enzim dalam tubuh kita. Beberapa proses dasar metabolisme kita, seperti penghasilan energi dan pembuatan protein dalam sel memerlukan magnesium [1]. Maka dari itu, magnesium meiliki peranan esensial dalam kerja tubuh kita.

 

Beberapa manfaat lain dari magnesium yang telah diteliti adalah:

  • Berperan dalam meningkatkan kepadatan tulang sehingga dapat mencegah osteoporosis [2].
  • Defisiensi magnesium telah ditemukan pada orang yang sering menderita migraine [3]. Bagi orang yang sering mengalami migraine, pastikan sudah mengonsumsi magnesium yang cukup.
  • Membantu pencegahan diabetes mellitus. Orang yang mengidap penyakit diabetes mellitus memiliki perubahan pada cara metabolisme Zinc (Zn) serta Magnesium (Mg) [4]

 

Jumlah magnesium yang dibutuhkan oleh orang dewasa lebih tinggi daripada waktu anak-anak.  Untuk wanita dibutuhkan 310-320mg/hari dan untuk pria dibutuhkan 400-420mg/hari [2]. Contoh makanan yang banyak mengandung magnesium adalah kacang-kacangan seperti kedelai (280mg/100g), kacang tanah (168mg/100g), oats (177mg/100g) bayam (87/100g) lalu buah-buahan seperti lychee (42 mg /100g) durian (30mg/100g) alpukat (29mg/100g) pisang (27mg/100g) [5].

 

Karena kedelai kandungan magnesiumnya tinggi, maka hasil olahannya seperti tempe (81/100g) dan tahu (141/100g) juga memiliki kandungan magnesium yang tinggi [5].

 

Ingat ya, konsumsi magnesium harus dalam kadar yang sesuai anjuran, karena jika terlalu banyak dapat berakibat buruk juga. Penelitian telah menemukan konsumsi magnesium yang berlebih memiliki pengaruh buruk bagi syaraf atau disebut juga neurotoksik [6].

 

 

Referensi

  1. Status of zinc and magnesium levels in type 2 diabetes mellitus and its relationship with glycemic status

Tentang Penulis dan Penyunting

Dipl-Ing A. Chrisant R. S.T., M.Sc.
SGU - Food Technology, AgroParisTech, Dublin Institute of Technology, Lund University - Food Innovation and Product Design
Chrisant sekarang sedang memperkaya ilmunya dalam Erasmus Mundus Master Course of Food Innovation and Product Design (FIPDes). Seorang dengan ketertarikan terhadap dunia internasional, Chrisant memanfaatkan setiap kesempatan untuk traveling untuk melihat bagaimana beragam cara orang menjalani hidup. Seringkali juga, traveling membantu Chrisant menemukan kesukaannya yang lain, yaitu makanan.
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.