Mineral

Minerals
Didier Descouens
[GFDL (http://www.gnu.org/copyleft/fdl.html) or CC BY-SA 3.0 (http://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0)], via Wikimedia Commons

Mineral adalah zat gizi mikro yang dibutuhkan tubuh. Mineral juga dikenal dengan elemen atau unsur yang terdapat pada tubuh manusia. Tanpa mineral proses metabolisme tubuh akan mengalami gangguan bahkan bisa menyebabkan berbagai penyakit [1,2].

 

Mineral terbagi atas dua tergantung pada konsentrasinya yaitu mineral makro dan mineral mikro. Mineral makro adalah mineral yang terdapat pada tubuh manusia dengan konsentrasi lebih besar dari 50 mg/kg berat badan, sedangkan mineral mikro dibutuhkan kurang dari 50 mg/kg berat badan. Selain dari konsentrasinya, mineral makro dan mikro dibedakan berdasarkan fungsinya. Contohnya, besi yang memiliki konsentrai 60 mg/kg berat badan di dalam tubuh termasuk unsur dari mineral mikro karena fungsi fisiologisnya [3].

 

Mineral makro sering dinyatakan sebagai elektrolit karena sebagian besar tersedia sebagai kation (misalnya Mg2+) dan anion (misalnya Cl-). Kation adalah ion yang bermuatan positif, sedangkan anion adalah ion yang bermuatan negatif. Baik kation dan anion, keduanya berperan untuk membantu dan mengatur menyeimbangkan asam basa di dalam tubuh [1,3]. Mineral mikro merupakan kofaktor banyak enzim seperti enzim kinase dan fosfatase. Selain enzim, mineral mikro juga berperan sebagai kofaktor hormon [3]. Berikut adalah detail fungsi dan contoh mineral makro dan mikro di tubuh kita.

 

Fungsi dari mineral makro dan mikro

Fungsi mineral makro [3] :

  1. Pemeliharaan tekanan osmotik dan regulasi cairan dan keseimbangan elektrolit.
  2. Regulasi tonus vaskular, fungsi saraf dan kontraksi otot.
  3. Regulasi pH intraseluler.
  4. Mineralisasi tulang dan gigi.
  5. Koagulasi darah.

 

Fungsi mineral mikro [3] :

  1. Metaloenzim, yaitu komponen penting dalam sistem perlindungan antioksidatif.
  2. Metaloprotein non enzimatik.
  3. Konstituen struktural hormon.

 

Tabel 1. Contoh mineral makro dan mikro [2,3]

Kategori

Contoh Mineral

Mineral Makro

Kalsium

Magnesium

Kalium

Natrium

Fosfor

Mineral Mikro

Kromium

Tembaga

Zat Besi

Yodium

Zinc

Mangan

Selenium

Beberapa mineral lain

Kategori

Tentang Penulis dan Penyunting

Muh. Nur Hasan Syah S.Gz., M.Kes.
UNHAS, Gizi Masyarakat dan Kebijakan Gizi, Dosen, Peneliti
Muh. Nur Hasan Syah yang memiliki nama panggilan Anca merupakan dosen dan peneliti di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia. Sebelumnya di Tahun 2010 dia telah menamatkan program sarjana dan masternya dengan latar belakang keilmuan pada bidang gizi di Universitas Hasanuddin, Makassar. Anca mengkhususkan fokus studinya pada gizi masyarakat dan kebijakan gizi.
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.

Artikel Di Kategori Yang Sama

Fakta atau Hoax: Bayam sangat kaya akan zat besi, benarkah?
Kurma dan Zat Gizinya
Come on Lemon!
Mineral Mangan
Mineral Mangan