Protein

Protein merupakan salah satu zat gizi makro yang dibutuh kan tubuh kita. Tidak seperti karbohidrat dan lemak, yang hanya disusun oleh senyawa kimia karbon, hidrogen, dan atom oksigen, protein juga disusun oleh nitrogen. Nitrogen adalah komponen senyawa kimia bernama senyawa amino (NH2) yang merupakan struktur dari asam amino. Asam amino juga mengandung senyawa asam dan rantai kimia yang bervariasi tergantung jenis asam aminonya.[1]

 

Terdapat dua puluh jenis asam amino yang umum dikenal pada protein[1,2]. Beberapa asam amino yang ditemukan pada protein dapat dibuat di dalam tubuh kita sendiri, dinamakan asam amino non-esensial. Asam amino tersebut umumnya dibentuk dengan memindahkan senyawa amino dari asam amino ke molekul lain untuk membentuk asam amino yang berbeda. Namun, terdapat pula asam amino yang tidak dapat dibuat oleh tubuh dinamakan asam amino esensial. Nah, jenis asam amino esensial ini yang perlu kamu peroleh dari makanan yang dikonsumsi.

 

Protein memiliki peranan penting di berbagai fungsi pada tubuh. Terdapat protein pembentuk kuku, rambut, maupun penyusun rangka tulang dimana mineral disimpan. Protein juga terdapat pada otot yang membentuk struktur otot dan turut berperan pada kontraksi yang terjadi di otot. Ada juga protein yang berperan sebagai penyusun ligamen dan tendon yang membuat otot dapat terhubung dengan tulang. [2]

 

Di luar sel tubuh kita, terdapat protein yang aktif menjalankan fungsinya sebagai suatu hormon. Hormon merupakan senyawa yang penting dalam membantu mengatur proses-proses yang terjadi di tubuh.  Di dalam sel tubuh, protein merupakan bagian dari membran sel yang membantu berbagai material masuk dan keluar sel dan juga menghubungkan sel satu dengan lainnya. Dalam proses reaksi kimia, protein terdapat pada molekul yang dikenal sebagai enzim ─ suatu molekul yang membantu mempercepat proses reaksi kimia pada tubuh [1,2,3]. Baca selengkapnya tentang enzim di link ini.

 

Fungsi protein tidak berhenti sampai disini saja. Di dalam darah kita, protein membantu mengirim vitamin dan mineral masuk ke tubuh. Protein juga menjaga keseimbangan asam-basa karena berperan dalam mengatur komposisi air. Sistem imun dalam melawan bakteri juga mengeluarkan senyawa yang mengandung protein. Bahkan, kalau diperlukan, tubuh bisa memecah protein juga menjadi energi. [1,2]

 

Wah, luar biasa, ya! Semakin kenal kan sama si protein ini? Di artikel selanjutnya, kita akan membahas lebih mendalam tentang bagaimana protein dicerna, diserap, dan diedarkan di dalam tubuh, dari mana  sumbernya, juga berapa banyak kebutuhan protein untuk menjaga fungsi tubuh kita. 

Kategori

Tentang Penulis dan Penyunting

Anindhita S. S. S.Gz., M.P.H.
UNDIP - Nutrition science, UGM - nutrition and public health
Lulus tahun 2011, sebagai sarjana gizi kemudian melanjutkan S2 Gizi dan Kesehatan di UGM, dan berkesempatan mendapatkan pertukaran pelajar selama dua semester di Finlandia. Saat ini aktif sebagai mahasiswa dan organisator.
Afina Nuur F. M. S.Si., M.Sc.
ITB - Mikrobiologi, Lund University - Food Technology and Nutrition
Afina saat ini sedang menjalani masa studi magister di Lund University, Swedia sejak tahun 2014 dengan jurusan Food Technology and Nutrition. Sebelumnya di tahun 2013 ia mendapatkan gelar sarjana pada bidang Mikrobiologi, Institut Teknologi Bandung. Kedua background keilmuan tersebut membuatnya tertarik untuk mempelajari lebih lanjut mengenai proses fermentasi makanan dan food safety.

Artikel Di Kategori Yang Sama

Kenapa tubuh butuh zat besi?
Kolagen dan Kecantikan
Takeaway
[CC BY-SA 4.0 (http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0)], via Wikimedia Commons
Kolagen dan Kecantikan
Bagaimana Protein Dicerna?
By Nationaal Archief
Den Haag
Rijksfotoarchief: Fotocollectie Algemeen Nederlands Fotopersbureau (ANEFO)
CC BY-SA 3.0 nl (http://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0/nl/deed.en)], via Wikimedia Commons
Bagaimana protein dicerna?