Vitamin A

Wortel, Beta Karoten

Vitamin A adalah salah satu vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin A bukan hanya satu zat yang spesifik. Tetapi dapat ditemukan dalam beberapa bentuk utama yaitu retinol, retinal, retinoic acid dan carotenoid yang merupakan provitamin A [1].

 

Retinol dan retinoic acid memiliki peranan yang penting dalam menentukan gen dalam DNA kita yang akan di ekspresikan untuk pembentukan kulit [2]. Seluruh sel tubuh kita memiliki informasi DNA yang sama, namun sel tubuh kita bisa berbeda-beda karena gen yang berbeda yang di ekspresi. Retinal merupakan komponen utama dalam sel retina mata sehingga berperan besar untuk kesehatan mata dan penglihatan kita [2]. Provitamin adalah zat yang akan dirubah menjadi vitamin setelah di olah dengan enzim yang dihasilkan tubuh kita.

 

Retinol yang ada di alam hanya dapat ditemukan dari sumber hewani. Sumber yang paling tinggi kandungan retinolnya adalah minyak hati ikan, hati hewan lainnya, lemak susu dan kuning telor [2].

 

Lalu bagaimana dengan sayuran dan buah? Sering kita dengar bahwa wortel dan tomat banyak mengandung Vitamin A dan baik kita konsumsi untuk kesehatan mata. Kepercayaan ini kurang tepat, karena buah dan sayur itu tidak mengandung Vitamin A, namun mengandung provitamin A yaitu carotenoid contohnya Beta-carotenoid yang lebih umum dan Alfa-carotenoid yang lebih sedikit [2]. Dalam tubuh manusia, provitamin A paling banyak di ubah dalam dinding usus dengan bantuan enzim [3].

 

Wortel dikenal secara luas mempunyai kandungan Beta-carotenoid yang tinggi, 8285 µg per 100g (wortel mentah). Buah dan sayur yang lain yang juga memiliki kandungan Beta-carotenoid yang tinggi adalah ubi jalar (direbus matang tanpa kulit) 9444 µg per 100g, dan bayam (direbus matang) 9444 µg per 100g [4].

 

Vitamin A telah diteliti memiliki hubungan yang kuat dengan daya tahan tubuh [5] kesehatan sistem reproduksi wanita dan perkembangan embryo [6] dan pembentukan tulang yang kuat [7]. Dalam kaitannya dengan kesehatan tulang, jumlah vitamin A harus sesuai karena kondisi kelebihan vitamin A memiliki dampak yang sama dengan kekurangan vitamin A, yaitu tulang keropos [8]. Vitamin A juga memiliki peranan penting dalam diferensiasi sel karena memiliki fungsi pengaturan gen yang di ekspresikan dalam setiap jenis sel [9].

Kategori

Referensi

  1. Excessive dietary intake of vitamin A is associated with reduced bone mineral density and increased risk for hip fracture

Tentang Penulis dan Penyunting

Dipl-Ing A. Chrisant R. S.T., M.Sc.
SGU - Food Technology, AgroParisTech, Dublin Institute of Technology, Lund University - Food Innovation and Product Design
Chrisant sekarang sedang memperkaya ilmunya dalam Erasmus Mundus Master Course of Food Innovation and Product Design (FIPDes). Seorang dengan ketertarikan terhadap dunia internasional, Chrisant memanfaatkan setiap kesempatan untuk traveling untuk melihat bagaimana beragam cara orang menjalani hidup. Seringkali juga, traveling membantu Chrisant menemukan kesukaannya yang lain, yaitu makanan.
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.

Artikel Di Kategori Yang Sama

Bagaimana provitamin A dari wortel diproses dan diserap tubuh?