Vitamin B

Daging, Sumber Hewani

Delapan vitamin dari 13 total vitamin yang dibutuhkan oleh manusia merupakan kelompok vitamin B atau yang biasa disebut dengan vitamin B kompleks. [1]. Vitamin B kompleks merupakan kelompok vitamin yang larut di dalam air [2]. Tubuh manusia memiliki kapasitas yang terbatas untuk menyimpan beberapa jenis vitamin B (kecuali vitamin B12 dan folat yang dapat disimpan di dalam hati) [1]. Vitamin B yang berlebih akan dikeluarkan oleh tubuh melalui urin. Hal ini menyebabkan kebutuhan akan vitamin B harus dipenuhi setiap harinya. [2]. Setiap jenis vitamin B memiliki fungsi spesifik yang berbeda satu sama lain, meski begitu umumnya kelompok vitamin B dibutuhkan oleh tubuh terutama dalam hal membantu tubuh dalam memperoleh energi dari metabolisme karbohidrat, lemak dan protein [1]. Selain itu beberapa penelitian menyebutkan bahwa vitamin B kompleks memiliki peran penting dalam menunjang kesehatan kulit, pergerakan otot serta meningkatkan fungsi sistem imun dan sel-sel saraf [2].

 

Berikut merupakan delapan jenis vitamin B:

 

Kalau diperhatikan, ada beberapa huruf dalam alfabet atau urutan angka yang terlewat atau tidak tercantum sebagai nama vitamin, seperti vitamin B4, B8, B10, dan B11. Faktanya, nama-nama vitamin tersebut dulu memang sempat ada, hanya saja ada beberapa vitamin yang di reklasifikasi, dihilangkan karena terjadi kesalahan interpretasi hasil penelitian, atau dilakukan penggantian nama karena masih berhubungan dengan vitamin B atau dikenal sebagai kelompok B kompleks. [3]

 

Terdapat beberapa makanan yang kaya akan kandungan vitamin B seperti daging, tuna, hati dan daging kalkun. Selain itu vitamin B juga terkandung di dalam sumber nabati seperti kentang, pisang dan kacang-kacangan. [2]. Namun vitamin B kompleks bersifat rentan rusak karena proses memasak. Hal ini dapat menyebabkan penurunan jumlah vitamin B di dalam makanan yang akan dikonsumsi [1]. Kita pun bisa memenuhi kebutuhan vitamin B kompleks dengan mengkonsumsi suplemen, namun hal ini lebih baik dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

* Buat kamu yang penasaran dengan alasan penamaan kelompok vitamin B, kamu bisa merujuk pada artikel di link ini.

Kategori

Tentang Penulis dan Penyunting

Afina Nuur F. M. S.Si., M.Sc.
ITB - Mikrobiologi, Lund University - Food Technology and Nutrition
Afina saat ini sedang menjalani masa studi magister di Lund University, Swedia sejak tahun 2014 dengan jurusan Food Technology and Nutrition. Sebelumnya di tahun 2013 ia mendapatkan gelar sarjana pada bidang Mikrobiologi, Institut Teknologi Bandung. Kedua background keilmuan tersebut membuatnya tertarik untuk mempelajari lebih lanjut mengenai proses fermentasi makanan dan food safety.
Arienta Rahmania P. S. S.Si., M.Sc. (c)
ITB - Mikrobiologi, Wageningen University - Food Safety
Arien merupakan alumni dari Institut Teknologi Bandung jurusan Mikrobiologi angkatan 2009. Saat ini, ia sedang menjalani tahun keduanya sebagai mahasiswa magister, program studi Food Safety di Wageningen University, Belanda. Food microbiology dan food fermentation adalah bidang yang sudah menarik perhatiannya sejak bangku S1.

Artikel Di Kategori Yang Sama