Vitamin B12 (Kobalamin)

Vitamin B12 atau disebut juga sebagai kobalamin merupakan vitamin terakhir yang ditemukan dan memiliki struktur paling kompleks. Nama kobalamin diperoleh karena terdapat unsur cobalt yang terikat pada struktur cincin besar di vitamin ini (lihat gambar) [1]. Vitamin B12 ditemukan secara tidak sengaja di tahun 1920-an oleh tiga dokter dari Amerika Serikat [2,3]: George Hoyt Whipple, George Richards Minot dan William Parry Murphy untuk mengobati penyakit autoimunitas pernicious anaemia; kondisi dimana tubuh kita tidak cukup memproduksi sel darah merah. Sebelum diisolasinya Vitamin B12 dalam bentuk suplemen seperti saat ini, penderita pernicious anaemia disembuhkan dengan mengkonsumsi jus hati sapi/babi (bahkan mentah) dalam jumlah banyak [2,3], beruntungnya kita!

Kobalamin

 

Dalam metabolisme mamalia, Vitamin B12 dibutuhkan hanya dalam dua aktifitas enzim [4]; methionine synthase yang membantu sintesis DNA dan (R)-methyl-malonyl-CoA mutase dalam katabolisme rantai ganjil asam lemak, beberapa asam amino, dan kolesterol. Dalam reaksi yang melibatkan methionine synthase, vitamin B12 memiliki keterlibatan yang sangat erat dengan vitamin B9 (folat). Reaksi ini penting dalam pembentukan DNA dalam tubuh kita [1].

 

Karena vitamin B12 penting dalam pembentukan DNA, kekurangan vitamin ini akan mengganggu pembelahan sel nukleus, pembentukan sel darah dan pembaharuan sel saraf [5]. Keterkaitannya yang erat dengan vitamin B9 dapat dilihat dari dampak kekurangan vitamin B12 yang memiliki persamaan dengan dampak kekurangan vitamin B9. Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan anemia megaloblastik ─ sel darah merah tidak berkembang sempurna [1]. Selain itu, kekurangan vitamin B12 juga dapat meningkatkan resiko penyakit jantung, radang pembuluh darah (aterosklerosis), stroke, demensia, dan penyakit Alzheimer’s [5]. Namun, hal yang berbeda dari vitamin B12 adalah dampaknya terhadap kerusakan saraf [5].

 

Untuk memenuhi kebutuhan vitamin B12 sehari-hari, manusia membutuhkan vitamin B12 hanya 2.4 µg/hari; jumlah terkecil diantara nutrien esensial lainnya. Namun, ketersediaan vitamin B12 sendiri tidak seperti sumber makanan lainnya karena vitamin ini memiliki keunikan tersendiri dalam proses pembentukannya. Zywie akan membahas secara mendalam mengenai Vitamin B12, bagaimana vitamin ini dibuat melalui link ini dan bagaimana kita mencukupi kebutuhan sehari-hari dari sumber-sumber makanan tertentu melalui link ini 

Tentang Penulis dan Penyunting

Tessa A. S. B.AS., M.Sc.
Haagse Hogeschool - Process and Food Technology, University of Helsinki - Food Science, Restauranter
Memiliki passion di bidang pangan yang tertanam sejak dini karena usaha rumah makan milik keluarganya. Tahun 2007, hijrah ke Den Haag, Belanda untuk meraih gelar sarjana di bidang Process and Food Technology (Haagse Hogeschool). Melanjutkan magisternya di bidang Food Science di University of Helsinki, Finlandia. Sejak Februari 2014, Tessa kembali ke tanah air untuk mengembangkan bisnis rumah...
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.

Artikel Di Kategori Yang Sama