Vitamin B6 (Piridoksin)

Pisang
Ryan McGuire
Creative Commons Zero

Sudah berapa banyak jenis vitamin B yang kamu ketahui? Seperti jenis vitamin B yang lain, vitamin B6 merupakan vitamin yang bersifat larut di dalam air. Hal ini menyebabkan kita perlu memenuhi kebutuhan tubuh terhadap vitamin B6 setiap harinya, karena kelebihan vitamin B6 tidak mampu disimpan di dalam tubuh dan akan dikeluarkan melalui urin. [1]. Konsumsi makanan yang mengandung vitamin B6 sangatlah penting. Vitamin B6 memiliki beberapa fungsi untuk tubuh kita:

  • Membentuk antibodi [1] dan berperan dalam sistem imun sebagai sistem pertahanan tubuh [2]
  • Menjaga sistem syaraf untuk tetap berfungsi dengan normal [1]
  • Membentuk hemoglobin yang berfungsi untuk membawa sel darah merah ke jaringan-jaringan tubuh. Hal ini menyebabkan vitamin B6 sangat penting dalam pencegahan anemia [1]
  • Membantu dalam pemecahan protein menjadi bentuk yang lebih sederhana seperti asam amino [1]. Hal ini menyebabkan semakin banyak protein yang kita konsumsi, semakin bertambah kebutuhan kita terhadap vitamin B6.
  • Menjaga kadar gula darah dalam kondisi normal [1]. Hal ini dikarenakan vitamin B6 berpengaruh terhadap metabolism karbohidrat dan lemak di dalam tubuh. [2]
  • Menjaga kadar homocysteine di dalam darah dalam level normal. Beberapa penelitian menunjukan bahwa homocysteine merupakan asam amino yang beresiko mempengaruhi kesehatan jantung [3]
  • Memiliki efek antioksidan di dalam tubuh sehingga dapat meningkatkan kesehatan kulit [4].

 

Manusia membutuhkan vitamin B6 setiap hari dalam jumlah yang berbeda-beda, bergantung pada umur, jenis kelamin dan kondisi khusus seperti masa kehamilan dan menyusui. Berikut merupakan tabel rekomendasi kebutuhan vitamin B6 [2]. Konsumsi vitamin B6 yang sangat berlebih (di atas 500 mg/hari) dapat menyebabkan kerusakan saraf. Sedangkan kekurangan vitamin B6 dapat mengganggu fungsi vitamin B6 di dalam tubuh dan beresiko terhadap penyakit jantung serta inflamasi. [4]

 

Tabel 1. Rekomendasi Kebutuhan Vitamin B6

Umur

Laki-laki

Perempuan

Masa kehamilan

Masa Menyusui

1-3 tahun

0.5 mg

0.5 mg

 

 

4-8 tahun

0.6 mg

0.6 mg

 

 

9-13 tahun

1.0 mg

1.0 mg

 

 

14-18 tahun

1.3 mg

1.2 mg

1.9 mg

2.0 mg

19-50 tahun

1.3 mg

1.3 mg

1.9 mg

2.0 mg

51 tahun keatas

1.7 mg

1.5 mg

 

 

 

Terdapat beberapa sumber makanan mengandung vitamin B6. Vitamin ini dapat berasal dari sumber hewani, seperti hati sapi, tuna, salmon, daging, ayam, kalkun dan keju. Sedangkan sumber nabati sepert buncis, kacang kedelai, sereal, kentang, bayam [2] dan beberapa jenis buah-buahan seperti pisang dan alpukat juga mengandung vitamin B6 [4].

Sudah semakin kenal kan dengan vitamin B6? Jangan lupa kenalan dengan vitamin B lainnya ya!

Kategori

Tentang Penulis dan Penyunting

Afina Nuur F. M. S.Si., M.Sc.
ITB - Mikrobiologi, Lund University - Food Technology and Nutrition
Afina saat ini sedang menjalani masa studi magister di Lund University, Swedia sejak tahun 2014 dengan jurusan Food Technology and Nutrition. Sebelumnya di tahun 2013 ia mendapatkan gelar sarjana pada bidang Mikrobiologi, Institut Teknologi Bandung. Kedua background keilmuan tersebut membuatnya tertarik untuk mempelajari lebih lanjut mengenai proses fermentasi makanan dan food safety.
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.