Yodium

Senbei Nori
Kropsoq
By Kropsoq (photo taken by Kropsoq) [GFDL (http://www.gnu.org/copyleft/fdl.html), CC-BY-SA-3.0 (http://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0/) or CC BY-SA 2.1 jp (http://creativecommons.org/licenses/by-sa/2.1/jp/deed.en)], via Wikimedia Commons

Di pasar sering kita temui garam dapur yang tercetak tulisan “beryodium” di bungkusnya. Tentu hal ini memberi sebuah petunjuk bahwa yodium merupakan mikronutrien yang penting kita konsumsi setiap harinya. Mari berlanjut mengenali apa yodium itu.

 

Mikronutrien ini memiliki peran bagi tubuh kita sebagai penyusun dalam sintesis hormon tiroid oleh kelenjar tiroid [1]. Hormon ini berperan dalam berbagai proses metabolisme yang terjadi di dalam tubuh kita [2], bahkan hampir setiap organ dan jaringan tubuh kita terpengaruh oleh kerja hormon tiroid ini.

 

Asupan harian yodium yang disarankan oleh WHO bagi manusia dewasa adalah 2 μg/kg/hari (2 mikrogram yodium setiap kilogram berat badan kita per hari) dengan batas yang disarankan sebesar 30 μg/kg/hari [1]. Air laut mengandung banyak yodium, oleh karena itu produk pangan dari laut juga mengandung banyak yodium seperti ikan laut, garam dan rumput laut [1]. Namun yodium juga ditemukan di tanah sehingga sayuran dan buah-buahan pun juga mengandung yodium seperti pisang dan kacang hijau [3]. Apabila kita kekurang mikronutrien ini, tubuh kita kemungkinan akan terkena penyakit yang terangkum dalam tabel 1 [1]. Bagaimana jika berlebihan? Kelebihan yodium bagi orang normal tidak membahayakan, WHO merilis bahwa asupan harian yodium sampai 1 mg masih aman kecuali bagi anak bayi dan mereka yang memiliki penyakit di kelenjar tiroid [1].

 

Tabel 1. Efek Kekurangan Yodium Berdasarkan Umur

Umur

Efek

Fetus

-Aborsi

-Kelahiran Mati

-Anomali kongenital

-Peningkatan kemungkinan mortalitas perinatal dan bayi

-Kretinisme

-Cacat Psikomotorik

Nenonatus

-Gondok

-Hipotiroid

Anak-anak & Remaja

-Gondok

-Hipotiroid

-Gangguan Mental

Dewasa

-Gondok dan komplikasinya

-Hipotiroid

-Gangguan Mental

Tentang Penulis dan Penyunting

Rifqi Ahmad Riyanto S.Si., M.Sc.
ITB - Mikrobiologi, KNRTU - Food Technology
Kazan National Research Technological University, Rusia menjadi tempat menempuh pendidikan magister bagi Rifqi saat ini dalam bidang Teknologi Pangan. Selain aktif dalam bidang sains, saat ini juga aktif sebagai relawan untuk salah satu lembaga non-profit yang bergerak di bidang sosial.
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.

Artikel Di Kategori Yang Sama

Garam Beryodium
Fakta atau Hoax: Garam Beryodium Bikin Pintar, MITOS atau FAKTA ?