Kenapa Kita Kenyang?

Makan Sekeluarga
National Cancer Institute
Public domain

Satu porsi makanan yang kita beli di kantin kadang belum cukup membuat perut kita kenyang. Namun terkadang satu porsi makanan buatan rumah justru mengenyangkan. Jadi kira-kira apa ya yang menyebabkan sensasi kenyang di perut yang membuat kita berhenti makan ini?

 

Rasa kenyang terbentuk dari beberapa faktor. Dari sisi fisiologis tubuh, jaringan adiposa (terbentuk dari lemak) di dalam tubuh menyintesis hormon leptin yang bekerja di hipotalamus untuk mengurangi selera makan [1]. Kelenjar yang terdapat di bagian dalam otak ini juga bekerja mengontrol temperatur tubuh (6). Selain itu, hormon CCK (Cholecystokinin) yang diproduksi di usus halus ketika makanan telah masuk ke peredaran darah, juga bekerja menimbulkan rasa kenyang [2].

 

Ternyata peneliti juga melakukan studi [3,4] yang menyimpulkan bahwa bahkan sebelum makanan tersebut masuk ke dalam perut kita, sinyal sensorik dan kognitif seperti aroma dan tampilan makanan, juga pengaruh oro-sensorik (di dalam mulut) seperti konsistensi dan rasa makanan akan mempengaruhi seberapa kenyang kita nantinya serta berapa lama waktu konsumsi makanan itu oleh tubuh kita. Oleh karena itulah, kita akan merasa lebih kenyang bila makan secara normal lewat mulut ketimbang melalui selang yang berisi cairan bergizi ke perut langsung [5].

 

Selamat menikmati makanan dan tak lupa berbagi! :)

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

  1. Endocrine Regulation of Energy Metabolism: Review of Pathobiochemical and Clinical Chemical Aspects of Leptin, Ghrelin, Adiponectin, and Resistin

  2. Successful Development of Satiety Enhancing Food Products: Towards a Multidisciplinary Agenda of Research Challenges

  3. Satiety-enhancing products for appetite control: science and regulation of functional foods for weight management

  4. Relative Contributions of Intestinal, Gastric, Oro-sensory Influences and Information to Changes in Appetite Induced by the Same Liquid Meal

Tentang Penulis dan Penyunting

rifqi's picture
Rifqi Ahmad Riyanto S.Si., M.Sc.
ITB - Mikrobiologi, KNRTU - Food Technology
Kazan National Research Technological University, Rusia menjadi tempat menempuh pendidikan magister bagi Rifqi saat ini dalam bidang Teknologi Pangan. Selain aktif dalam bidang sains, saat ini juga aktif sebagai relawan untuk salah satu lembaga non-profit yang bergerak di bidang sosial.
rizal's picture
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.