Kontrol Glukosa Darah Tubuh

Ketika kamu mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, maka bentuk yang diserap ke dalam tubuh kita adalah bentuk monosakarida, yaitu glukosa, fruktosa, dan galaktosa [1]. Apa yang terjadi dengan ketiganya? Apakah langsung menyebar ke seluruh tubuh? Tidak, ketiganya menuju organ hati terlebih dahulu. Di hati, fruktosa dan galaktosa akan dipecah menjadi senyawa lainnya, paling banyak adalah glukosa [1]. Oleh karena itu, sebagian besar yang tersebar ke seluruh tubuh adalah glukosa.

 

Masuknya glukosa ke dalam darah mengakibatkan naiknya kadar glukosa melebihi jumlah yang kita butuhkan [1]. Setiap makanan memiliki kemampuan meningkatkan kadar glukosa yang berbeda (lihat pembahasan disini). Untuk menjaga kadar glukosa darah agar tetap normal, tubuh kita bereaksi dengan mengeluarkan hormon insulin. Hormon ini berperan menurunkan kadar glukosa darah dengan menyimpan kelebihan glukosa dalam bentuk glikogen. Glikogen tersebut disimpan di dua lokasi dalam tubuh kita, yaitu hati dan otot [1,2]. Bagaimana jika kedua tempat penyimpanan tersebut telah penuh? Maka, glukosa tidak dibuang begitu saja, tetapi disimpan dalam bentuk lemak di jaringan adiposa (lemak). Berbeda dengan otot dan hati, jaringan adiposa memiliki kemampuan yang tidak terbatas untuk menampung kelebihan glukosa [2].

 

Bagaimana ketika kita berpuasa? Tentu kadar glukosa darah menjadi rendah, tetapi tubuh juga memiliki cara untuk meningkatkan kadar glukosa darah, yaitu melalui kerja hormon glukagon. Hormon ini akan memecah cadangan glikogen yang tadi disimpan menjadi glukosa. Namun,  glukagon tidak memecah cadangan glikogen di otot, sehingga hanya cadangan glikogen di hati yang dapat menaikkan kadar glukosa dalam darah [1,2]. Hal ini disebabkan pemecahan glikogen di otot bukan dipengaruhi oleh hormon glukagon, melainkan hormon epinefrin. Selain itu, otot kita memiliki keterbatasan dalam melepaskan glukosa dari sel otot menuju pembuluh darah [1]. Lalu, bagaimana dengan glukosa berlebih yang disimpan menjadi lemak? Jawabannya, tidak ada cara untuk mengubah lemak yang disimpan tersebut kembali menjadi glukosa [1].

 

Melalui artikel ini, kamu mengetahui bahwa tubuh kita memiliki mekanisme yang sangat baik dalam menjaga kadar glukosa darah normal. Namun, apakah kadar glukosa darah kita bisa tidak normal? Simak jawabannya dalam pembahasan selanjutnya.

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

Tentang Penulis dan Penyunting

dr. Besthari Anindita Pramitasari
Universitas Indonesia, Dokter
Besthari merupakan dokter umum alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) lulusan tahun 2015 yang memiliki ketertarikan di bidang gizi. Disamping profesinya sebagai dokter, Besthari memiliki ketertarikan sendiri di bidang art & design¸serta entrepreneurship. Besthari telah mengikuti berbagai program dan pelatihan di bidang gizi, art & design, serta entrepreneurship. Saat ini...
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.