Makan sambil nonton TV : Apa efeknya?

Anak Nonton TV
By Julian Tysoe
[CC BY 2.0 (http://creativecommons.org/licenses/by/2.0)], via Wikimedia Commons

Ruang makan menjadi tempat berkumpulnya keluarga ditemani dengan hidangan nikmat. Namun dengan kesibukan anggota keluarga kita yang berbeda-beda, terkadang kita menikmati santapan buatan ibu tidak di waktu yang sama. Layar televisi pun menjadi kawan makan kita. Kira-kira ada pengaruhnya atau tidak ya kebiasaan makan kita di depan televisi ini?

 

Masalah berat badan berlebih menurut tidak hanya disebabkan oleh apa yang kita makan namun juga aktivitas apa yang kita lakukan (1). Gaya hidup yang memaksa kita diam di tempat dalam waktu yang lama seperti menonton TV dan main video game juga mempengaruhi risiko terkena obesitas (2). Kurangnya aktivitas fisik kita menyebabkan asupan energi yang masuk tertumpuk tidak terpakai. Lalu bagaimana kalau kedua faktor ini digabung, misalnya saja menonton televisi sambil makan siang. Sebuah studi di Kanada (3) terhadap anak sekolahan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan asupan kalori dalam bentuk gula yang berlebih pada anak yang makan siang sambil menonton TV. Kelebihan kalori tersebut berasal dari cemilan dan minuman ringan yang mereka konsumsi di saat menonton TV sembari makan siang. Studi lain (4) juga memperlihatkan hasil bahwa anak yang menonton TV di kanal tanpa iklan pun mengalami peningkatan asupan energi berlebih.

 

Tentu saja ini tergantung juga terhadap kebiasaan keluarga kita. Mungkin saja ada yang santai sambil berbincang dengan keluarga di depan TV ditemani juga dengan sayur dan buah yang sehat. Mari jaga diri dan keluarga dengan membudayakan kegiatan yang lebih sehat dan bermanfaat.

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

  1. Nutrition and body weights of Canadian children watching television and eating while watching television

  2. The non-advertising effects of screen-based sedentary activities on acute eating behaviours in children, adolescents, and young adults. A systematic review

Tentang Penulis dan Penyunting

Rifqi Ahmad Riyanto S.Si., M.Sc.
ITB - Mikrobiologi, KNRTU - Food Technology
Kazan National Research Technological University, Rusia menjadi tempat menempuh pendidikan magister bagi Rifqi saat ini dalam bidang Teknologi Pangan. Selain aktif dalam bidang sains, saat ini juga aktif sebagai relawan untuk salah satu lembaga non-profit yang bergerak di bidang sosial.
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.