Masa depanmu ditentukan pada 1000 hari pertama kehidupan

Mungkin kamu akan bertanya apa itu seribu hari pertama kehidupan? Mengapa seribu hari pertama kehidupan menentukan masa depan? Seribu hari pertama kehidupan atau sering disingkat 1000 HPK merupakan fase kehidupan awal dimana kehidupan dimulai dari pembentukan janin dalam kandungan sampai anak berusia 2 tahun [1]. 

 

Banyak hipotesis yang menyebutkan bahwa jika terjadi masalah pada 1000 HPK maka diprediksi akan mendapatkan masalah pada saat dewasa [1]. Masalah pada pertumbuhan janin yang tidak normal memiliki hubungan dengan beberapa kondisi kronis dikemudian hari [2]. Hal ini rentan meningkat jika janin beradaptasi dengan kondisi rahim yang kurang asupan zat gizi [2]. Kondisi kronis yang dimaksud yaitu penyakit jantung koroner, stroke, diabetes, dan hipertensi [2]. Sebagian besar masyarakat percaya bahwa pertumbuhan dan perkembangan anak berdasarkan genetiknya, padahal sebenarnya anak-anak tumbuh sesuai dengan keadaan mereka pada saat dalam kandungan. Seorang peneliti bernama Barker mengeluarkan sebuah hipotesis yaitu asupan gizi yang lebih baik selama pengembangan dalam kandungan akan mencegah penyakit jantung, diabetes, dan stroke. Hipotesis ini dikenal dengan “Hipotesis Barker” [3][4][5]

 

Salah satu seri publikasi yang terkenal The Lancet Series 2008 dan 2013 mengemukakan bahwa bayi yang mengalami hambatan pertumbuhan pada masa janin kemudian bertambah berat badan dengan cepat pada masa balita berisiko mengalami obesitas, hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung koroner, dan gangguan metabolik [6][7]. Sebaliknya belum terbukti bahwa bayi yang bertambah berat badan pada 2 tahun pertama akan mengalami penyakit tidak menular. sehingga dapat disimpulkan bahwa kecukupan asupan zat gizi sebelum usia 2 tahun merupakan kunci untuk menghindari risiko penyakit pada saat dewasa [6][7].

 

Berikut dapat kamu lihat sebuah skema konsekuensi jangka pendek dan jangka panjang dari pengaruh kondisi gizi dan lingkungan terhadap gen di awal kehidupan berkaitan dengan kesehatan, penyakit dan lainnya [8]:

 

konsekuensi 1000hpk.png

konsekuensi 1000hpk.png, by anca

 

Berdasarkan gambar di atas, kekurangan gizi, infeksi dan faktor lainnnya dalam jangka pendek menyebabkan gangguan pada perkembangan otak, pertumbuhan jaringan dan tulang dan pemograman metabolisme zat gizi. Dalam jangka panjang menyebabkan gangguan pada kondisi kognitif dan pendidikan, daya tahan tubuh, serta resistensi insulin. Kejadian-kejadian ini berakibat pada pendidikan dan pendapatan yang rendah, kejadian penyakit infeksi, kependekan, obesitas dan penyakit tidak menular seperti diabetes dan penyakit jantung koroner. Oleh karena itu sangat penting untuk menjaga kecukupan gizi dan lingkungan epigenetik pada awal kehidupan agar membentuk otak yang sehat dan aktif sehingga di masa depan dapat menjadi generasi yang berkualitas [9].

 

Jika kamu percaya bahwa gizi yang tepat pada 1000 hari pertama kehidupan adalah kunci untuk menciptakan generasi berkualitas pada masa depan maka mari bersama-sama memenuhi asupan gizi anak, remaja, calon ibu dan ayah serta orang dewasa dengan menerapkan pedoman gizi seimbang. Menyelamatkan 1000 hari pertama kehidupan adalah  peluang untuk investasi kesehatan dan produktivitas di masa depanmu [9]. 

 

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

  1. Association of Linear Growth and Relative Weight Gain During Early Life with Adult Health and Human Capital in Countries of Low and Middle Income: Findings From Five Birth Cohort Studies.

Tentang Penulis dan Penyunting

Muh. Nur Hasan Syah S.Gz., M.Kes.
UNHAS, Gizi Masyarakat dan Kebijakan Gizi, Dosen, Peneliti
Muh. Nur Hasan Syah yang memiliki nama panggilan Anca merupakan dosen dan peneliti di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia. Sebelumnya di Tahun 2010 dia telah menamatkan program sarjana dan masternya dengan latar belakang keilmuan pada bidang gizi di Universitas Hasanuddin, Makassar. Anca mengkhususkan fokus studinya pada gizi masyarakat dan kebijakan gizi.
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.