Mau kurusan setelah melahirkan ? Gini caranya

Zat Gizi Untuk Ibu Hamil

Proses melahirkan pasti idaman bagi kaum hawa. Biasanya pasca melahirkan seorang ibu akan mengalami penurunan berat badan 5-11 kg [1] . Lalu bagaimana dengan kasus permasalahan ibu setelah melahirkan tapi berat badan tidak turun?.

 

Perubahan berat badan pada ibu melahirkan merupakan salah satu penyebab terjadinya obesitas, hal itu akan menimbulkan terjadinya penyakit  [1]. Terdapat beberapa penyakit yang diakibatkan peningkatan berat badan pasca melahirkan, seperti diabetes melitus, hipertensi, kardiovaskular [2]. Selain itu terjadi juga permasalahan yang lainnya seperti psikologi dengan ketidaksiapan dalam menerima kehadiran anggota baru dan dukungan dari keluarga [3].

 

Bagaimana cara untuk menurunkan berat badan pasca melahirkan ?

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan berat badan, seperti menjaga pola [4,5]. Penelitian telah membuktikan bahwa merubah pola makan ibu pasca melahirkan dapat menurunkan berat badan sekitar 8,2% hingga 10%. Selain itu terdapat juga faktor pemberian Air Susu Ibu (ASI) [5]. Dari hasil penelitian menjelaskan bahwa pemberian ASI membutuhkan kalori yang sama dengan aktivitas fisik.

 

Hal lain yang dapat menurunkan berat badan adalah aktivitas fisik [6]. Aktivitas fisik yang rutin dan cukup pada ibu pasca melahirkan akan membantu penurunan berat badan ibu kembali normal seperti sebelum melahirkan. Dan faktor terakhir yang memiliki peranan besar terhadap penuruanan berat badan adalah genetik [7]. Genetik gemuk dari keluarga merupakan hal sulit untuk menurunkan berat badan, jadi bagi yang memiliki genetik kurus patut bernafas lega, sedangkan yang memiliki genetik gemuk, harus ekstra dalam menurunkan berat badannya.

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

  1. Can physical activity reduce excerssive gestational weight gain? Finding from a Chinese urban pregnant women cohort study

    Jiang H, Qian X, Lynn H, fan Y, Jiang H, He F, et al.. Can physical activity reduce excerssive gestational weight gain? Finding from a Chinese urban pregnant women cohort study. US National Library of Medicine National Institutes of Health . 2012;:Int J Behav Nutr Phys Act. 2012; 9: 12.
  2. Protocol for a randomized controlled trial of a specialized health coaching intervention to prevent excessive gestational weight gain and postpartum weight retention in women: the HIPP study

Tentang Penulis dan Penyunting

Dipo Wicaksono S.K.M. M.K.M
Universitas Indonesia, Gizi Kesehatan Masyarakat, Dosen, Peneliti
Dipo sekarang bekerja sebagai dosen ilmu gizi di salah satu Universitas Swasta di Jakarta. Selain menjadi dosen, Dipo juga sebagai peneliti, baik peneliti di pemerintah maupun di tempat almamaternya di Universitas Indonesia (UI).
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.