Memberikan Air Susu Ibu (ASI), Keajaiban yang Nyata

Pernahkah terbayang dalam pikiran kamu apa manfaat dari memberikan Air Susu Ibu (ASI) kepada bayi?

 

Sebelum membaca tentang manfaat ASI kamu dapat membaca apa itu  ASI disini. Setelah kamu membaca tentang apa itu ASI, selanjut kamu perlu tahu manfaat dari memberikan ASI.

 

Tidak semua ibu dapat memberikan ASI kepada bayinya, terutama ASI eksklusif yaitu memberikan ASI kepada bayi sampai usia 6 bulan. [1] Apapun alasan seorang ibu tidak dapat menyusui, kamu perlu tahu bahwa ASI merupakan keajaiban yang nyata. Memberikan ASI kepada bayi memiliki manfaat yang luar biasa. Manfaat ASI dapat kita bagi menjadi dua bagian, yaitu manfaat dengan konsekuensi langsung atau jangka pendek dan konsekuensi tidak langsung atau jangka panjang.

 

Manfaat ASI dalam jangka pendek

Secara langsung ASI membuat bayi kamu sehat karena merupakan makanan yang bermanfaat untuk memenuhi kecukupan gizi bayi, khusus bayi usia 0 sampai 6 bulan diberikan ASI eksklusif atau ASI saja tanpa makanan lainnya. Setelah 6 bulan pemberian ASI didampingi oleh makanan secara bertahap mulai dari makanan dengan konsistensi cair sampai padat sesuai dengan usia anak atau biasa disebut dengan MP-ASI (makanan pendamping ASI). [1,2]

 

Selain sumber makanan, ASI juga mencegah bayi kamu dari penyakit infeksi melalui antibodi Immunoglobulin A (IgA) dan beberapa faktor lain seperti laktoferin bakterisida. Seorang ibu meneruskan banyak protein, lemak, gula dan sel-sel yang bekerja melawan infeksi ketika ia menyusui bayinya (misalnya antibodi, sel darah putih, laktoferin, lisozim, oligosakarida, probiotik dan prebiotik). [3,4] Memberikan ASI membantu mengurangi angka kematian bayi dan anak. [5]

 

Manfaat ASI dalam jangka panjang

Berdasarkan hasil penelitian di Brazil jika anak diberikan ASI maka terjadi peningkatan skor Intelligence Quotient (IQ) sehingga meningkatkan prestasi anak di sekolah dan pendapatan akan meningkat pada saat dewasa. [5,6,7] Anak yang diberikan ASI lebih lama (lebih dari 12 bulan termasuk ASI eksklusif) memiliki skor IQ lebih tinggi dibandingkan anak dengan pemberian ASI kurang dari 12 bulan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan pemberian ASI Eksklusif (0-6 bulan) kepada bayi kemudian dilanjutkan pemberian ASI 6-12 bulan dan dilanjutkan lagi pemberian ASI >12 bulan berturut-turut memiliki peningkatan IQ.  [7,8] Selain itu pemberian ASI akan membantu mengurangi risiko obesitas dan penyakit tidak menular. [5] Untuk para ibu, pemberian ASI akan mencegah terjadinya kanker payudara. [5]

 

Memberikan ASI merupakan investasi yang cerdas dan hemat biaya (cost effective). [9] Dengan bukti ilmiah yang telah disebutkan, ASI adalah keajaiban yang nyata. Buat kamu para ibu, ibu hamil, calon ibu dan calon bapak mari bersama-sama mendukung pemberian ASI dan ASI Eksklusif.

 

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

  1. Association Between Breasfedding and Intelligence, Educational Attainment, and Income at 30 Years of Age: A Prospective Birth Cohort Study from Brazil

Tentang Penulis dan Penyunting

Muh. Nur Hasan Syah S.Gz., M.Kes.
UNHAS, Gizi Masyarakat dan Kebijakan Gizi, Dosen, Peneliti
Muh. Nur Hasan Syah yang memiliki nama panggilan Anca merupakan dosen dan peneliti di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia. Sebelumnya di Tahun 2010 dia telah menamatkan program sarjana dan masternya dengan latar belakang keilmuan pada bidang gizi di Universitas Hasanuddin, Makassar. Anca mengkhususkan fokus studinya pada gizi masyarakat dan kebijakan gizi.
dr. T.R. Basuki M.D., M.P.H., Ph.D. (c)
Reviewer, Medical Doctor, Master - Public Health, PhD - Fetal Medicine, Barcelona University, Lund University
Dr. Basuki sekarang sedang menjalankan pendidikan S3 (PhD) di Barcelona Spanyol dan Lund Swedia. Topik S3 Dr. Basuki adalah Fetal Medicine yang merupakan program bersama Barcelona University dan Lund University. Sebelumnya Dr. Basuki juga menempuh pendidikan S2 di bidang Public Health di 3 universitas di eropa dengan beasiswa Erasmus Mundus.
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.