Memilih produk pangan yang sustainable

Saat sedang berbelanja makanan, khususnya di supermarket, apa saja sih hal-hal yang biasa sobat Zywie perhatikan? Apakah rasa dan harganya? Atau karena lagi penasaran maka kamu coba produk-produk baru yang kamu lihat iklannya di televisi?

Sebagai konsumen pasti kita punya preferensi masing-masing atas produk yang dibeli. Ada yang cenderung memilih produk dengan kisaran harga tertentu, ada juga yang teliti sampai melihat kandungan gizi yang terkandung di dalamnya maupun informasi lainnya, seperti logo halal dan tanggal kadaluwarsa. Namun, apakah teman-teman pernah mempertimbangkan soal aspek berkelanjutan dalam produk yang kamu konsumsi?

 

Sebelum bicara lebih lanjut tentang hal tersebut, kita ingat-ingat lagi yuk soal kasus pembakaran hutan kelapa sawit yang waktu itu asapnya menyebar hingga negeri tetangga. Tragedi yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan ini disebabkan salah satunya karena praktik perkebunan kelapa sawit yang tidak ramah lingkungan, di mana penggerak industri mengeksploitasi lahan gambut untuk dijadikan perkebunan [1].

 

Jika teman-teman berpikir bahwa kejadian ini terjadi di luar kehendak kita semua karena hanya pemerintah lah yang mempunyai kuasa untuk menindaklanjuti hal tersebut, maka kita memiliki persepsi yang salah. Aktivitas keseharian manusia mempunyai dampak langsung lho terhadap lingkungan, contoh mudahnya adalah sampah yang dibuang sembarangan di selokan. Jika hujan deras dan saluran air tersumbat, bisa jadi rumahmu ikut terendam banjir.

 

Sebagai konsumen, alangkah baiknya jika kita dapat mulai memilih produk yang baik dan memberi dampak minimum terhadap lingkungan serta dihasilkan dengan cara-cara yang mempertimbangkan pelestarian sumber dayanya, atau bisa kita sebut sebagai produk pangan yang sustainable (berkelanjutan). Apabila dikaitkan dengan isu soal kelapa sawit tadi, bayangkan perubahan yang dapat terjadi jika kita semua sebagai konsumen dapat menuntut penggerak industri untuk menjadi produsen yang bertanggung jawab secara bijak!

 

Sertifikat pangan berkelanjutan

 

Saat ini sudah tersedia beberapa produk bersertifikasi sebagai atribut pangan berkelanjutan, yaitu suatu logo khusus yang dapat memudahkan kita mengenali produk apa saja yang dalam proses produksinya telah mempertimbangkan aspek sustainability. Minyak goreng dengan logo ekolabel RSPO dijamin berasal dari perkebunan kelapa sawit yang bertanggungjawab mempertahankan kelestarian lingkungan [2]. Selain itu, ada beberapa logo lain seperti FSC (Forest Stewardship Council) [3] yang bisa kamu temukan di produk yang berasal dari pengolahan hasil hutan seperti kertas dan tisu, serta MSC (Marine Stewardship Council) yang bergerak di produk kelautan [4].

 

Dengan mulai memilih produk secara bertanggungjawab saat berbelanja, hal tersebut dapat menjadi pertimbangan penting bagi produsen lainnya untuk juga mulai menanamkan semangat berkelanjutan dalam sistem produksinya [5]. Terus tingkatkan usaha kita bersama dalam menjaga kelestarian sumber daya alam demi ketahanan pangan global. Yuk, jadi konsumen yang bijak!

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

  1. Tertangkap Basah: Bagaimana Eksploitasi Minyak Kelapa Sawit oleh Nestle Memberi Dampak Kerusakan bagi Hutan Tropis, Iklim dan Orangutan

Tentang Penulis dan Penyunting

Yasmin Nabila M.Sc (c)
Lund University - Food Technology and Nutrition
Setelah lulus dari jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan di Universitas Sebelas Maret, Surakarta di tahun 2015, saat ini Yasmin sedang menjalani tahun keduanya sebagai graduate student di Lund University, Swedia, dengan program Food Technology and Nutrition. Bagi Yasmin, belajar di Swedia memberinya kesempatan untuk belajar lebih jauh mengenai sistem pangan yang berkelanjutan (food sustainability)...
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.
Ayunina R. F., Apt., M.Sc.
ITB, Farmasi, Ghent University, Nutrition and Rural Development
Semenjak menempuh pendidikan di Sekolah Farmasi ITB, Ayunina tertarik dengan peran makanan dan gaya hidup dalam penyembuhan dan kesehatan. Hal ini pun mengantarkannya untuk menempuh pendidikan magister di jurusan Nutrition and Rural Development di Ghent University dengan beasiswa dari pemerintah wilayah Flanders, Belgia. Setelah memperoleh gelar masternya di tahun 2016, Ayunina kini mengelola...
dr. Besthari Anindita Pramitasari
Universitas Indonesia, Dokter
Besthari merupakan dokter umum alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) lulusan tahun 2015 yang memiliki ketertarikan di bidang gizi. Disamping profesinya sebagai dokter, Besthari memiliki ketertarikan sendiri di bidang art & design¸serta entrepreneurship. Besthari telah mengikuti berbagai program dan pelatihan di bidang gizi, art & design, serta entrepreneurship. Saat ini...