Mengapa daging ikan bisa mengandung merkuri?

Bio-akumulasi Merkuri.jpg
Chrisant. Icons 'Fish' by Janelle for the Noun Project

Pencemaran merkuri

Beberapa ikan diketahui memiliki kadar merkuri yang tinggi dan sebaiknya konsumi ikan-ikan tersebut dihindari oleh ibu hamil seperti yang dijelaskan dalam artikel zat gizi untuk ibu hamil. Apakah merkuri yang dimaksud ini sama dengan zat merkuri yang digunakan dalam termometer suhu? Iya. Merkuri telah banyak digunakan dalam termometer dan berguna dalam berbagai industri. Namun, merkuri adalah zat yang memiliki toksisitas atau beracun bagi manusia. Penggunaan merkuri yang tidak mengikuti standar keamanan industry menyebabkan polusi merkuri ke dalam linkungan contohnya udara dan air. Dalam sebuah laporan kerjasama antara fotografer Larry Price dan Pulitzer Center on Crisis Reporting, ditemukan penggunaan merkuri di Indonesia dalam industri pengolahan emas skala kecil menyebabkan masalah kesehatan bagi masyarakat khususnya anak-anak yang tinggal di sekitar lokasi pengolahan emas.[1][2]

 

Keracunan merkuri dari makanan

Adanya polusi merkuri dalam laut dunia menyebabkan hampir semua ikan memiliki kandungan merkuri. Jenis merkuri yang paling sering ditemui mengkontaminasi tubuh manusia adalah melalui makanan, yaitu dalam bentuk yang bernama Methylmerkuri.[3] Kandungan methylmerkuri tidak akan berkurang meskipun makanan tersebut diolah atau dimasak.[4] Ini berarti konsumsi ikan dapat menjadi sumber racun merkuri yang signifikan. Tentu saja ini kembali ke jumlah ikan terkontaminasi yang kita konsumsi. Methyl merkuri akan diserap tubuh hampir 95% dari jumlah yang dikonsumsi.[5]  

 

Merkuri secara alami akan terakumulasi dalam ikan.

Merkuri adalah zat yang akan mengalami bioakumulasi. Maksudnya, merkuri yang ada dalam lingkungan akan terserap oleh tumbuhan atau plankton yang pertama terekspos dengan sumber yang tercemar. Kemudian, saat tumbuhan atau plankton tersebut di konsumsi oleh hewan predator, merkuri akan kembali terakumulasi di tubuh sang predatot tersebut. Jadi perlahan merkuri akan terakumulasi dalam rantai makanan. Karena itu, kandungan merkuri pada ikan-ikan kecil akan relatf lebih rendah daripada kandungan merkuri pada ikan-ikan besar yang memangsa ikan kecil.[6] 

Jadi kandungan merkuri dalam daging ikan akan berbeda-beda tergantung jenisnya. Untuk mengetahui lebih detail ikan mana saja yang rendah merkuri, bisa dilihat disini.

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

Tentang Penulis dan Penyunting

crisant's picture
Dipl-Ing A. Chrisant R. S.T., M.Sc.
SGU - Food Technology, AgroParisTech, Dublin Institute of Technology, Lund University - Food Innovation and Product Design
Chrisant sekarang sedang memperkaya ilmunya dalam Erasmus Mundus Master Course of Food Innovation and Product Design (FIPDes). Seorang dengan ketertarikan terhadap dunia internasional, Chrisant memanfaatkan setiap kesempatan untuk traveling untuk melihat bagaimana beragam cara orang menjalani hidup. Seringkali juga, traveling membantu Chrisant menemukan kesukaannya yang lain, yaitu makanan.
rizal's picture
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.