Mengapa Kita Lapar?

Candy in Damascus
Elisa Azzali (Candies)
CC BY 2.0 (http://creativecommons.org/licenses/by/2.0)

Istilah perut kosong sering sekali kita dengar bahkan kita rasakan sendiri. Perasaan yang muncul tiba-tiba ketika kita lupa belum makan sejak bangun tadi pagi ataupun bisa jadi karena melihat teman yang sedang mengicip sate padang di waktu istirahat. Singkat kata, apa alasan tubuh kita merasa lapar?

 

Peneliti biologi dari Harvard [1] menjelaskan bahwa manusia membutuhkan gula sebagai sumber energi serta mendukung kinerja otak. Tubuh yang kekurangan gula akan mengirimkan sinyal ke otak sehingga perut menjadi lapar. Penelitian menunjukkan bahwa sel saraf yang mengekspresikan Agouti-related peptide (AgRP) dalam arcuate nucleus (ARC) di dasar hipotalamus berperan krusial dalam pengendalian rasa lapar dan nafsu makan dalam tubuh kita ini [2]. Juga hormon ghrelin yang berasal dari lambunglah yang pertama kali memberi sinyal kepada otak bahwa tubuh memerlukan pemasukan energi lagi [3].

 

Di zaman dahulu kala bisa dikatakan gula yang dikonsumsi cukup langka dan sulit didapatkan. Tidak seperti saat ini yang bisa kita beli langsung di kedai sebelah rumah. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab banyak warga yang terancam diabetes dan obesitas [1].

 

Itulah penjabaran singkat mengapa kita merasa lapar dari sisi fisiologis tubuh. Namun kita kadang masih tetap saja merasa lapar setelah mencium aroma rendang yang dibawa teman. Mari lihat ulasannya dari sisi psikologis di tautan berikut! Selain itu, cari tahu bagaimana perut kita bisa kenyang di link ini!

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

Tentang Penulis dan Penyunting

rifqi's picture
Rifqi Ahmad Riyanto S.Si., M.Sc.
ITB - Mikrobiologi, KNRTU - Food Technology
Kazan National Research Technological University, Rusia menjadi tempat menempuh pendidikan magister bagi Rifqi saat ini dalam bidang Teknologi Pangan. Selain aktif dalam bidang sains, saat ini juga aktif sebagai relawan untuk salah satu lembaga non-profit yang bergerak di bidang sosial.
rizal's picture
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.