Mengenal lebih dalam tentang zat gizi

Ayo mengenal zat gizi! Masalah berat badan (kelebihan dan kekurangan) sering dikaitkan dengan seberapa banyak makanan yang kita makan. Apa yang kita makan atau konsumsi selalu mengandung zat gizi. Zat gizi merupakan merupakan kandungan yang terkandung dalam bahan makanan dan berfungsi untuk mengatur segala aktivitas tubuh, mulai dari aktivitas pembentukan sel, sampai aktivitas fisik sehari-hari yang kita lakukan [1]. Zat gizi yang diperlukan tubuh beraneka ragam dan berasal dari bahan makanan yang berbeda-beda pula. Kebutuhan zat gizi pun berbeda-beda, ada zat gizi yang dibutuhkan banyak ada juga yang dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit. Kebutuhan zat gizi sangat dipengaruhi oleh fungsi dari zat gizi tersebut.

 

Zat gizi dikelompokkan menjadi dua yaitu zat gizi makro (makronutrien) dan zat gizi mikro (mikronutrien). Tahukah kamu mengapa disebut zat gizi makro atau zat gizi mikro? Zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah banyak (≥10% dari total energi atau kalori) disebut zat gizi makro [1,2]. Secara umum, fungsi zat gizi makro adalah pembangun dan pengatur tubuh serta sebagai sumber energi. Rata-rata kebutuhan energi orang dewasa 2000-2500 kalori setiap harinya [3]. Terdapat tiga jenis zat gizi makro, masing-masing zat gizi menghasilkan energi yang berbeda-beda [1,2,4]:

  • Karbohidrat menghasilkan 4 kalori per gram
  • Protein menghasilkan 4 kalori per gram
  • Lemak menghasilkan 9 kalori per gram

 

Berbeda dengan zat gizi makro, zat gizi mikro dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang sedikit yaitu 4% - 10% dari total kebutuhan energi. Jika zat gizi makro dibutuhkan tubuh dalam satuan gram, zat gizi mikro hanya dibutuhkan dalam satuan milligram bahkan mikrogram. Secara umum fungsi dari zat gizi mikro adalah membantu dalam proses metabolisme tubuh. Walaupun hanya dibutuhkan dalam jumlah yang sangat kecil, fungsinya sangat vital dan konsekuensi dari kekurangan zat gizi sangat besar, bisa dapat menimbulkan penyakit hingga kematian [1,2,3,5].

 

Baik zat gizi makro maupun zat gizi mikro harus kita konsumsi, sumber zat gizi ini berasal dari hewani dan nabati. Konsumsi zat gizi ini harus sesuai dengan prinsip gizi seimbang, tidak berlebihan dan tidak kurang, kelebihan dan kekurangan zat gizi akan memberikan dampak bagi tubuh dan kesehatan. Konsumsi makanan beraneka ragam merupakan salah satu kunci gizi yang optimal [6].

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

Tentang Penulis dan Penyunting

anca's picture
Muh. Nur Hasan Syah S.Gz., M.Kes.
UNHAS, Gizi Masyarakat dan Kebijakan Gizi, Dosen, Peneliti
Muh. Nur Hasan Syah yang memiliki nama panggilan Anca merupakan dosen dan peneliti di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia. Sebelumnya di Tahun 2010 dia telah menamatkan program sarjana dan masternya dengan latar belakang keilmuan pada bidang gizi di Universitas Hasanuddin, Makassar. Anca mengkhususkan fokus studinya pada gizi masyarakat dan kebijakan gizi.
rizal's picture
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.