Mikrobiota Usus Pengaruhi Selera Makanmu

Hai sahabat Zywie, kali ini kita kembali lagi dengan topik terkait mikrobiota usus. Seperti yang telah diketahui, terdapat triliunan sel bakteri yang ada di tubuh manusia dan kebanyakan dari mereka berada di saluran pencernaan (1). Maka tak heran jika keberadaan bakteri tersebut dapat mempengaruhi kondisi tubuh, mulai dari terlibat dalam pengaturan berbagai aktivitas biologis hingga menghasilkan nutrisi tertentu yang dibutuhkan tubuh. Bakteri di dalam saluran pencernaan kita dapat menghasilkan vitamin K, beberapa jenis vitamin B, dan asam lemak rantai pendek (2). Selain itu, mikroba di saluran pencernaan mempengaruhi kemampuan tubuh dalam menyerap gizi dan memperoleh energi dari makanan yang dikonsumsi (3).

 

Namun tahukah sobat, kalau mikrobiota usus mempengaruhi selera makan kita? Kok bisa ya?

 

Ada beberapa dugaan tentang bagaimana mereka dapat mempengaruhi selera makan kita, di antaranya: memunculkan perasaan puas atau bahagia setelah makan makanan tertentu, memproduksi senyawa toksin yang dapat mempengaruhi perasaan, mengubah reseptor dalam tubuh termasuk reseptor rasa dan mempengaruhi kadar hormon pencernaan. Selain itu, mereka juga diduga dapat membajak sistem saraf yang menghubungkan antara otak dan saluran pencernaan, sehingga dapat mempengaruhi selera makan kita (4). 

 

Hormon pencernaan dan reseptor rasa bisa dipengaruhi oleh mikrobiota usus!

 

Sel-sel di sepanjang saluran pencernaan kita dapat menghasilkan berbagai macam hormon pencernaan. Hormon-hormon tersebut tidak hanya berfungsi untuk membantu proses pencernaan seperti meningkatkan produksi asam lambung, tetapi juga dapat mempengaruhi keinginan kita untuk makan. Salah satunya adalah hormon ghrelin yang diproduksi di lambung dan dijuluki sebagai “hormon lapar” karena dapat meningkatkan nafsu makan. Sementara hormon  kolesistokinin(CCK) dan peptida YY (PYY) justru akan menurunkan nafsu makan (5). 

 

Mikrobiota usus diduga memiliki dampak terhadap tingkat keberadaan beberapa hormon pencernaan. Riset menunjukkan bahwa tikus steril (tikus yang mikroba-mikroba normalnya sengaja dihilangkan) yang diberikan mikrobiota usus dari tikus normal menunjukkan peningkatan PYY, sementara pemberian probiotik kepada tikus tersebut meningkatkan sirkulasi PYY dan berhubungan dengan penurunan ghrelin (6). Selain itu, mikrobiota usus juga diketahui dapat mempengaruhi ekspresi reseptor-reseptor rasa. Penelitian lain menunjukkan tikus normal memiliki reseptor rasa manis lebih sedikit dan tidak terlalu menyukai makanan manis dibandingkan tikus steril (7). Berkaitan dengan pengaruhny terhadap produksi/peredaran hormon pencernaan, Breton et al. menemukan bahwa bakteri Escherichia coli (salah satu spesies bakteri normal yang umum ditemukan di saluran pencernaan) dapat menghasilkan protein bernama Caseinolytic protease B (ClpB). Protein ini lah yang memicu pelepasan PYY ke peredaran darah. Setelah beredar di dalam  darah, peptida ini kemudian mempengaruhi sinyal yang dikirimkan dari saluran pencernaan ke otak, sehingga rasa kenyang pun muncul.

 

Jadi, selera makan kita tidak hanya dipengaruhi oleh kadar gula dalam darah, jenis makanan yang kita makan dan faktor lingkungan lainnya, tetapi juga dipengaruhi oleh aktifitas mikrobiota di dalam tubuh. Jauh di dalam saluran pencernaan kita terdapat mikrobiota yang juga berperan mengontrol selera makan. Maka, saat sobat Zywie yang merasa selera makannya berubah, mungkin hal tersebut berhubungan dengan perubahan yang dialami mikrobiota dalam usus.

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

  1. Up-regulation of intestinal type 1 taste receptor 3 and sodium glucose luminal transporter-1 expression and increased sucrose intake in mice lacking gut microbiota.

Tentang Penulis dan Penyunting

deva's picture
I.D.G.S. Deva, S.Si. M.P.H
ITB - Mikrobiologi, Imperial College London - Public Health
Deva menyelesaikan jenjang pendidikan magister di Imperial College London dengan jurusan Public Health. Sebelumnya ia lulus dari program studi Mikrobiologi di Institut Teknologi Bandung. Ketertarikan akan penyakit infeksi sejak dari menempuh sarjana, kemudian dibawa dalam jenjang magister dengan mempelajari kesehatan masyarakat yang lebih menekankan pada sisi pencegahan penyakit dalam skala...
tessa's picture
Tessa A. S. B.AS., M.Sc.
Haagse Hogeschool - Process and Food Technology, University of Helsinki - Food Science, Restauranter
Memiliki passion di bidang pangan yang tertanam sejak dini karena usaha rumah makan milik keluarganya. Tahun 2007, hijrah ke Den Haag, Belanda untuk meraih gelar sarjana di bidang Process and Food Technology (Haagse Hogeschool). Melanjutkan magisternya di bidang Food Science di University of Helsinki, Finlandia. Sejak Februari 2014, Tessa kembali ke tanah air untuk mengembangkan bisnis rumah...
ayunina's picture
Ayunina R. F., Apt., M.Sc.
ITB, Farmasi, Ghent University, Nutrition and Rural Development
Semenjak menempuh pendidikan di Sekolah Farmasi ITB, Ayunina tertarik dengan peran makanan dan gaya hidup dalam penyembuhan dan kesehatan. Hal ini pun mengantarkannya untuk menempuh pendidikan magister di jurusan Nutrition and Rural Development di Ghent University dengan beasiswa dari pemerintah wilayah Flanders, Belgia. Setelah memperoleh gelar masternya di tahun 2016, Ayunina kini mengelola...
rizal's picture
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.