Mineral Mangan

Mineral Mangan

Ketika kamu memikirkan mineral diet, mungkin yang kamu pikirkan pertama kali adalah kalsium atau zat besi. Jika kamu semakin lama berpikir tentang gizi, kamu mungkin berpikir tentang zinc dan magnesium. Namun ada kelompok mineral, yang umumnya tidak diketahui, yang kita peroleh dari makanan dalam jumlah yang kecil sebagai bagian penting dari pola hidup sehat. Salah satunya adalah Mangan.  Mangan adalah mineral yang ditemukan di beberapa makanan termasuk kerang, kacang-kacangan, polong-polongan, biji-bijian, teh, gandum, dan sayuran berdaun hijau [1].

 

Mangan merupakan mineral mikro yang berperan dalam fungsi sistem saraf, pembentukan tulang, dan pemeliharaan sistem reproduksi. Mangan juga berperan dalam metabolisme asam amino, lemak, dan karbohidrat. Mangan mempunyai fungsi sebagai aktifator dan bagian dari beberapa enzim, seperti enzim hidrolase, kinase, dekarboksilase, dan transferase. Tubuh dewasa mengandung sekitar 10-20 mg mangan yang tersebar di jaringan hati, ginjal, pankreas, dan tulang. Tulang merupakan tempat dengan jumlah mangan terbanyak (25%) [2].

 

Fungsi mangan adalah [3]:

  1. Katalis enzim yang diperlukan untuk metabolism glukosa, protein, dan lemak.
  2. Terlibat dalam pembentukan tulang
  3. Terlibat dalam pembentukan enzim untuk metabolism asam amino, kolesterol, dan karbohidrat.
  4. Berperan dalam pembentukan urea sebagai bagian dari enzim arginase, meningkatkan penyimpanan vitamin B1.

 

Apa sajakah risiko kekurangan Mangan?

Kekurangan Mangan dapat menyebabkan hambatan pertumbuhan, gangguan fungsi reproduksi, gangguan metabolisme lemak, dan karbohidrat. Pada binatang percobaan kekurangan mangan menyebabkan kehilangan berat badan, kurang nafsu makan, hipokolesterolemia, perubahan warna dan gangguan pertumbuhan rambut dan kuku. Kasus kelebihan mangan jarang dijumpai, namun dapat terjadi. Kelebihan mangan, manganisme, dijumpai pada pekerja tambang ataupun industry. Gejalanya adalah lemah, anoreksia, pegal otot, tidak beremosi, dan pergerakan badan lamban. Manganisme dapat menyebabkan kram dan gangguan berbicara [4].

 

Kebutuhan Mangan dapat dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya :

  1. Bioavailabilitas

Kalsium, besi, dan fosfor berpengaruh negatif terhadap penyerapan dan retensi mangan. Kadar ferritin yang rendah berhubungan dengan meningkatnya penyerapan mangan. Keberadaan fitat juga mengurangi efisiensi penyerapan mangan. Penyerapan mangan hanya sekitar 1%. [4]

  1. Jenis kelamin

Wanita mempunyai kemampuan menyerap mangan lebih baik dibanding pria yang kemungkinan besar berhubungan dengan status besi. Kadar ferritin pada pria lebih tinggi dibanding wanita kemungkinan menjadi penyebab rendahnya penyerapan mangan pada pria [2].

 

Sumber mangan yang baik adalah seafood dan sumber nabati terutama serealia yang mengandung 10-100 mg/kg. Sumber lain adalah kacang-kacangan, beras, padi-padian, sayuran, ASI terutama kolostrum, juga mengandung tinggi mangan, juga teh yang kaya akan mangan [2].

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

Tentang Penulis dan Penyunting

asna's picture
A. F. Asna S.Gz., M.P.H.
UGM, Gizi, Ilmu Kesehatan Masyarakat
Asna merupakan lulusan S1 Gizi dari Universitas Gadjah Mada dan melanjutkan pendidikan S2 Gizi Masyarakat ditempat yang sama. Asna saat ini bekerja menjadi seorang tenaga pendidik di salah satu Perguruan Tinggi swasta di Bekasi, Jawa Barat.
rizal's picture
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.