Nutrisi Bukan untuk Manusia

Gizi atau Nutrisi

Tahukah kamu, apa perbedaan dari kedua istilah ini, gizi dan nutrisi. Pernahkah kamu berpikir manakah istilah yang resmi dan lazim digunakan. Kedua istilah tersebut memiliki makna yang sama yaitu segala sesuatu yang berkaitan dengan makanan, tetapi dalam penggunaannya terdapat perbedaan [1].

 

Istilah "Gizi" diambil dari bahasa Arab yaitu “Ghidza dibaca ghizi” yang artinya adalah makanan. Sedangkan "Nutrisi" merupakan serapan dari kata “Nutrition” (inggris) yang berasal dari bahasa latin “nutritionem” yang artinya adalah makanan [2].

 

Berdasarkan sejarah, pada awal menerjemahkan “Nutrition” ke bahasa Indonesia, Lembaga Bahasa Indonesia Fakultas Sastra Universitas Indonesia menawarkan dua istilah “Al Gizzai/Ghidza=Gizi” kata dari bahasa Arab dan “Herena” kata dari bahasa Sansekerta. Bapak Gizi Indonesia Prof. dr. Poorwo Soedarmo yang pada saat itu menjabat Kepala Lembaga Makanan Rakyat (LMR) memilih “Gizi” menjadi terjemahan resminya. Pada Tahun 1958 kata Ilmu Gizi resmi menjadi istilah ilmiah dan masuk dalam kurikulum ilmu kedokteran di Universitas Indonesia. Dalam kalangan profesional istilah gizi merupakan istilah resmi yang telah dipakai sejak lama untuk manusia. Kata “gizi” dikenal di Indonesia sejak tahun 1950-an [1].

 

Memasuki era reformasi tahun 1990an kata “Gizi” menjadi rancu dengan populernya istilah “Nutrisi” oleh kalangan entertainment dan awam. Banyak yang mengartikan “Nutrition” menjadi nutrisi, padahal istilah “nutrisi” digunakan oleh kalangan ilmu peternakan dan kedokteran hewan [1,2]. Dengan demikian kata “Nutrisi” hanya diperuntukkan untuk kepentingan ilmu peternakan dan kedokteran hewan, sebagai contoh Ilmu makanan ternak menjadi ilmu nutrisi ternak. Selain hal tersebut kata “Gizi” digunakan sebagai terjemahan resmi dan lazim dari “Nutrition”.

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

Tentang Penulis dan Penyunting

Muh. Nur Hasan Syah S.Gz., M.Kes.
UNHAS, Gizi Masyarakat dan Kebijakan Gizi, Dosen, Peneliti
Muh. Nur Hasan Syah yang memiliki nama panggilan Anca merupakan dosen dan peneliti di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia. Sebelumnya di Tahun 2010 dia telah menamatkan program sarjana dan masternya dengan latar belakang keilmuan pada bidang gizi di Universitas Hasanuddin, Makassar. Anca mengkhususkan fokus studinya pada gizi masyarakat dan kebijakan gizi.
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.