Pernah Mendengar VLDL, LDL, HDL?

VLDL, LDL, HDL
CC BY-SA 3.0 (http://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0) or GFDL (http://www.gnu.org/copyleft/fdl.html)

Pernahkah kamu mendengar istilah dalam judul artikel ini? Jika kamu pernah memeriksakan profil lipid darah, kamu akan menemukan istilah Low density lipoprotein (LDL) dan High density lipoprotein (HDL), tetapi mungkin jarang mengetahui istilah very low density lipoprotein (VLDL) Apakah itu sebenarnya? Dilihat dari namanya, kita mengetahui bahwa ketiganya merupakan suatu lipoprotein. Lipoprotein adalah partikel berbentuk bulat berisi komponen lipid tidak larut air yang bagian permukaannya dilingkupi oleh komponen larut air [1]. Komposisi partikel lipoprotein ini terdiri atas trigliserida, kolesterol, fosfolipid, dan protein [2]. Di dalam tubuh, terdapat empat jenis lipoprotein utama yaitu kilomikron, VLDL, LDL, dan HDL [1]. Masih ingatkah kamu fungsi dari lipoprotein ini? Lipoprotein memiliki fungsi utama sebagai transport lipid dalam darah dari saat proses penyerapan lipid di usus hingga sampai ke organ yang membutuhkan [2].

 

Hati merupakan salah satu organ yang mendapatkan komponen lipid yang ditransportasikan dari usus. Setelah mencapai organ hati, lipid tersebut dapat digunakan, disimpan, atau kembali ditransportasikan dalam darah [2]. Oleh karena itu, hati menghasilkan lipoprotein sendiri yang dinamakan VLDL ― lipoprotein yang mengandung banyak trigliserida. Dalam perjalanannya di dalam darah, VLDL akan mendepositkan trigliserida ke jaringan lemak. Melalui proses tersebut, VLDL akan mengalami perubahan menjadi LDL [3]. Di sisi lain, hati juga menghasilkan lipoprotein lain yang dinamakan HDL. Selain organ hati, HDL juga diproduksi di sel usus selama proses penyerapan lipid [2]. Perbedaannya HDL merupakan lipoprotein kaya protein [3].

 

Komposisi Lipoprotein

Gambar 1. Komposisi Lipoprotein Tubuh [3]

 

Apakah pengaruh lipoprotein tersebut bagi kesehatan? LDL dapat mendepositkan kolesterol pada pembuluh darah sehingga lipoprotein ini berkontribusi dalam pembentukan plak [4]. Plak tersebut kemudian dapat mengurangi suplai darah dan oksigen ke berbagai organ, contohnya jantung yang menimbulkan penyakit jantung koroner atau otak yang menimbulkan stroke [4]. Sebaliknya, HDL berperan untuk mentransportasikan deposit kolesterol tersebut kembali ke organ-organ yang membutuhkan kolesterol [4].

 

Jika kamu pernah memeriksan profil HDL dan LDL, hasil yang sering terlihat adalah HDL kolesterol (HDL-c) maupun LDL kolesterol (LDL-c). Hasil tersebut menandakan perkiraan jumlah kolesterol yang diangkut dalam partikel LDL/HDL [5]. Namun, LDL/HDL itu sendiri adalah sebuah lipoprotein dan jumlah partikel LDL/HDL lebih menentukan dalam menentukan risiko penyakit jantung/stroke [5]. Lalu, bagaimana dengan pengukuran jumlah kolesterol pada lipoprotein tersebut? Penelitian telah membuktikan bahwa peningkatan LDL-c berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, sedangkan peningkatan HDL-c menurunkan risiko tersebut [6]. Kendati demikian, orang yang berisiko penyakit jantung bukan berarti selalu memiliki nilai LDL-c tinggi atau HDL-c rendah. Terdapat berbagai risiko lainnya yang perlu diperhitungkan [5].

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

  1. National Lipid Association Recommendations for Patient-Centered Management of Dyslipidemia: Part 1—Full Report

Tentang Penulis dan Penyunting

cindy's picture
dr. Besthari Anindita Pramitasari
Universitas Indonesia, Dokter
Besthari merupakan dokter umum alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) lulusan tahun 2015 yang memiliki ketertarikan di bidang gizi. Disamping profesinya sebagai dokter, Besthari memiliki ketertarikan sendiri di bidang art & design¸serta entrepreneurship. Besthari telah mengikuti berbagai program dan pelatihan di bidang gizi, art & design, serta entrepreneurship. Saat ini...
rizal's picture
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.