Produk GMO berbahaya gak sih?

Tahukah kamu, mungkin tempe dan tahu goreng yang kamu makan barusan mengandung kedelai GMO. Atau, kamu barusan makan jagung bakar ya? Jangan-jangan jagungnya hasil GMO juga loh! Bahkan, mungkin baju yang sekarang kamu pakai pun berasal dari kapas GMO. Sebenarnya, apa sih produk GMO itu?

 

Apakah produk GMO (produk hasil rekayasa genetika)?

 

Produk GMO (genetic modified organism) merupakan produk (bisa berupa makanan ataupun produk lainnya) yang bersumber dari organisme yang telah mengalami modifikasi/rekayasa pada tingkat genetikanya. Rekayasa yang dimaksud bisa berupa penambahan gen tertentu dari organisme yang berbeda ataupun mutasi genetika pada gen yang sudah ada sehingga dapat mengubah sifat/kualitas produk yang dihasilkan sesuai keinginan kita. Biasanya modifikasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi suatu tanaman, menghilangkan racun yang diproduksi tanaman, atau membuatnya lebih tahan hama dan tahan kekeringan [1]. Bisa juga modifikasi genetika ini dilakukan agar makanan yang dihasilkan memiliki rasa yang lebih manis dan lebih enak. 
 
Walaupun banyak manfaat yang diperoleh dengan teknik ini, tapi banyak kalangan yang menolaknya dengan berbagai alasan; diantaranya makanan hasil rekayasa genetika berbahaya bagi tubuh, merusak lingkungan, dan lain sebagainya [2]. 

 

Produk GMO amankah? Konsumsi produk GMO, amankah?

 

Berbagai klaim manfaat dan dampak buruk produk GMO tersebut pastinya menimbulkan banyak pertanyaan di kepala kita, sebenarnya produk GMO itu aman gak sih? 

 

Sebagai usaha untuk menjawab pertanyaan ini, sekelompok ilmuwan dari Italia melakukan penelitian terhadap hasil studi saintifik terhadap produk GMO yang telah dilakukan selama ini. Penelitian dikhususkan terhadap perbandingan antara jagung GMO dengan varietas alaminya. Analisis tersebut dilakukan terhadap lebih dari 6000 publikasi ilmiah yang dihasilkan selama 21 tahun ini; sejak tahun 1996 ketika jagung GMO yang pertama ditanam dan dikembang biakan, sampai tahun 2016. Hasilnya dipublikasikan di jurnal Scientific Reports [3].

 

Penelitian ini menyimpulkan bahwa jagung GMO dapat meningkatkan hasil pertanian sebesar 6-25 persen dibandingkan jagung varietas alami. Meskipun demikian, tidak ada perbedaan berarti pada kualitas biji jagung seperti kandungan protein, lemak, dan seratnya. Selain itu, tingkat kontaminan berbahaya pada jagung GMO juga menurun secara drastis. Contohnya, produk jagung GMO memiliki konsentrasi mycotoxins, fumonisin, dan trichothecene yang lebih rendah masing-masing sebesar 28.8%, 30,6%, dan 36,3%-nya dibandingkan dengan jagung varietas alami. Mycotoxins adalah zat kimia beracun dan karsinogen yang dihasilkan oleh jamur [4]. Penurunan kontaminan berbahaya tersebut dapat menurunkan kerugian ekonomi dan mengurangi tingkat bahaya terhadap manusia dan hewan. 

 

Jadi, hasil studi ini mengkonfirmasi konsensus saintifik yang menyatakan bahwa jagung GMO tidak berbahaya bagi kesehatan manusia [5]. Tentu saja, studi ini hanya dilakukan pada jagung. Untuk produk GMO lainnya, perlu dilakukan studi dan analisis yang sama untuk meyakinkan konsumen dan masyarakat secara umum mengenai keamanan produk GMO. Seperti kita ketahui, kedepannya, produk-produk GMO akan makin banyak diproduksi dan dibutuhkan seiring dengan pesatnya pertumbuhan penduduk dunia. Jadi kepastian keamanan terhadap kesehatan manusia dan lingkungan perlu dipertimbangkan.

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

  1. Impact of genetically engineered maize on agronomic, environmental and toxicological traits: a meta-analysis of 21 years of field data

Tentang Penulis dan Penyunting

Keni Vidilaseris, PhD
ITB-Kimia, Biokimia; PhD- Biologi struktural, Vienna University
Keni adalah seorang peneliti di Departemen Biokimia, Universitas Helsinki, Finlandia sejak tahun 2014. Fokus penelitiannya adalah penentuan struktur protein membran dari parasit penyebab malaria, toksoplasmosis, dan juga sleeping sickness sebagai target pengobatan. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana dan masternya dari program studi Kimia di Institut Teknologi Bandung. Pendidikan Doktoralnya ia...
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.
Tessa A. S. B.AS., M.Sc.
Haagse Hogeschool - Process and Food Technology, University of Helsinki - Food Science, Restauranter
Memiliki passion di bidang pangan yang tertanam sejak dini karena usaha rumah makan milik keluarganya. Tahun 2007, hijrah ke Den Haag, Belanda untuk meraih gelar sarjana di bidang Process and Food Technology (Haagse Hogeschool). Melanjutkan magisternya di bidang Food Science di University of Helsinki, Finlandia. Sejak Februari 2014, Tessa kembali ke tanah air untuk mengembangkan bisnis rumah...