Proses penyerapan lemak dalam tubuh ternyata tidak sama

Perjalanan Lipid Dalam Tubuh
Leysi24
[CC BY-SA 3.0 (http://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0)], via Wikimedia Commons

Setiap zat gizi dalam makanan kita akan masuk ke dalam tubuh melalui proses pencernaan terlebih dahulu, yaitu zat gizi dipecah dari bentuk yang kompleks menjadi bentuk sederhana [1,2]. Karbohidrat dipecah menjadi monosakarida, protein menjadi asam amino, dan lipid (lemak) pun dipecah menjadi asam lemak [1,2]. Informasi mengenai asam lemak bisa kamu dapatkan di sini.

 

Apakah yang membuat pencernaan lipid berbeda? Kamu tentu sudah membaca pada artikel lipid bahwa lipid adalah molekul yang memiliki variasi sifat dari tidak larut air (hidrofobik) hingga yang dapat larut air [3]. Sifat lipid tersebut bertentangan dengan lingkungan pencernaan dan enzim pencernaan kita yang larut air [1]. Oleh karena itu, terdapat beberapa proses khusus dalam pencernaan lipid.

 

Apa yang terjadi ketika mencampurkan beberapa tetes minyak dalam air? Kamu dapat melihat tetesan minyak tersebut cenderung menyatu. Hal yang sama terjadi pada lipid dalam tubuh kita. Molekul yang bersifat hidrofobik seperti lipid memiliki kecenderungan untuk berkumpul membentuk droplet pada lingkungan cair di tubuh kita [2]. Karena enzim pencernaan lipid, yaitu lipase bersifat larut air, enzim tersebut tidak dapat menembus hingga bagian terdalam droplet lipid [2]. Akibatnya, lipase hanya memecah komponen yang di permukaan. Oleh karena itu, terdapat proses khusus bernama emulsifikasi yang mengubah droplet lipid menjadi partikel kecil-kecil dengan tujuan menambah luas permukaan yang dapat dijangkau enzim lipase. Peran tersebut dilakukan oleh asam empedu [2].

 

Setelah enzim lipase bekerja, bentuk akhir lipid yang telah dicerna adalah monogliserida dan asam lemak bebas. Bentuk monogliserida dan asam lemak masih merupakan molekul yang tidak larut air, tetapi terdapat beberapa asam lemak hasil pencernaan yang lebih larut air [2]. Bagaimana molekul tidak larut air ini bisa mencapai darah kita yang merupakan lingkungan larut air? Disinilah tubuh membutuhkan transport khusus untuk mencapai darah. Transport khusus ini disebut sebagai lipoprotein (gabungan lipid dan protein) yang merupakan partikel berbentuk bulat berisi komponen tidak larut air di bagian inti dan komponen larut air di permukaannya [4]. Dengan adanya komponen larut air di permukaannya, seluruh komponen lipid (asam lemak, kolesterol) dan juga vitamin-vitamin yang larut dalam lemak dapat diangkut ke dalam peredaran darah [1].

 

Proses pembentukan lipoprotein ini terjadi dalam sel usus kita. Saat lipid yang telah dicerna masuk ke dalam sel usus, asam lemak dirakit kembali menjadi trigliserida dan bergabung dengan komponen-komponen lipid lainnya yang dibutuhkan tubuh. Bersama dengan protein, seluruh komponen tersebut membentuk struktur lipoprotein yang dinamakan kilomikron [2]. Kendati demikian, perjalanan lipid untuk mencapai darah tidak berhenti disini. Partikel kilomikron ini memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan pembuluh darah yang berada di usus. Oleh karena itu, partikel ini akan menggunakan jalur khusus untuk menuju pembuluh darah besar [1,2].

 

Kemudian, bagaimana dengan beberapa asam lemak yang bersifat lebih larut air? Asam lemak tersebut dapat diserap langsung menuju pembuluh darah [2]. Sama halnya dengan asam lemak yang tidak larut air, asam lemak yang bersifat lebih larut dalam air ini juga akan berikatan dengan protein untuk masuk ke dalam darah [1,2]. Perbedaannya, asam lemak ini tidak perlu membentuk partikel lipoprotein yang besar sehingga dapat langsung masuk ke pembuluh darah [1].

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

Tentang Penulis dan Penyunting

cindy's picture
dr. Besthari Anindita Pramitasari
Universitas Indonesia, Dokter
Besthari merupakan dokter umum alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) lulusan tahun 2015 yang memiliki ketertarikan di bidang gizi. Disamping profesinya sebagai dokter, Besthari memiliki ketertarikan sendiri di bidang art & design¸serta entrepreneurship. Besthari telah mengikuti berbagai program dan pelatihan di bidang gizi, art & design, serta entrepreneurship. Saat ini...
rizal's picture
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.