Sarapan atau tidak?

Mengawali kegiatan pagi dengan konsumsi sarapan bergizi terkadang sulit bagi beberapa orang. Bagi yang hidup sendirian tentu lebih berat lagi karena harus mempersiapkan sarapan bergizi tadi seorang diri. Sarapan atau tidak, terkadang tak begitu jelas perbedaan yang kita rasakan di tubuh ini. Mari kita simak beberapa hasil penelitian tentang sarapan ini dan pengaruhnya bagi badan dan otak kita.

 

Secara kasat mata, orang yang telah sarapan berarti telah lebih memenuhi kebutuhan zat gizi makro dan mikro bagi tubuhnya ketimbang orang yang melewatkan sarapan di hari itu. Sebuah survei dari Inggris [1] menunjukkan bahwa anak-anak yang rutin sarapan memiliki angka BMI yang lebih rendah sehingga risiko terkena obesitasnya pun lebih rendah ketimbang anak-anak yang jarang sarapan. Rasa lapar yang timbul di tengah pelajaran membuat anak-anak yang jarang sarapan tersebut membeli cemilan yang terkadang berlebihan. Sebuah rangkuman dari berbagai penelitian [2] menunjukkan adanya efek yang positif antara sarapan dan performa kognitif anak sekolah, walaupun sebagian besar penelitian tersebut disponsori oleh industri makanan yang terkait. Penelitian di Korea Selatan [3] juga menunjukkan remaja yang biasa tidak sarapan lebih besar kemungkinannya terkena penyakit kronis seperti sindroma metabolik, suatu keadaan yang menggambarkan kondisi tidak sakit tetapi tidak juga sehat, lengkapnya bisa mengecek artikel berikut ini.

 

Diagram mekanisme teoritis bagaimana sarapan yang baik bisa mengurangi risiko obesitas, penyakit diabetes, jantung dan kanker [4]. 

 

 

Sebagai tambahan pula, penelitian di Finlandia [5] memberikan hasil bahwa remaja yang melewatkan sarapan pagi memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan perilaku yang kurang baik seperti merokok, minum alkohol, serta gaya hidup yang kurang sehat.

 

Bangun lebih pagi, nikmati sarapan sehat dan jalani hari dengan semangat!

Disclaimer: Artikel yang terkandung dalam situs ini disajikan untuk digunakan sebagai informasi tambahan. Artikel di dalam situs zywielab.com ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis profesional atau rekomendasi terhadap suatu individu dari ahli gizi profesional. Artikel yang ada di dalam situs ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis atau pilihan pengobatan. Semua pengobatan yang anda lakukan harus berdasarkan rekomendasi dari dokter dengan pemeriksaan secara langsung. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain kecuali jika diberikan referensi secara spesifik. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan. Jika Anda menemukan sesuatu yang harus diperbaiki dalam artikel ini, silakan hubungi kontak@zywielab.com

 

Lisensi: Lisensi artikel ini adalah Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan (BY-NC-ND): Pencipta diberi kredit dan hanya karya verbatim saja untuk tujuan nonkomersial saja. Untuk lisensi komersial dan edukasi silahkan menghubungi kami di lisensi@zywielab.com

Referensi

  1. A Systematic Review of The Effect of Breakfast on The Cognitive Performance of Children and Adolescents

Tentang Penulis dan Penyunting

Rifqi Ahmad Riyanto S.Si., M.Sc.
ITB - Mikrobiologi, KNRTU - Food Technology
Kazan National Research Technological University, Rusia menjadi tempat menempuh pendidikan magister bagi Rifqi saat ini dalam bidang Teknologi Pangan. Selain aktif dalam bidang sains, saat ini juga aktif sebagai relawan untuk salah satu lembaga non-profit yang bergerak di bidang sosial.
Dipl-Ing Arradi Nur Rizal M.Sc.
Founder, Reviewer, The Science of Gastronomy
Rizal, sebagai pencetus Zywie laboratorium, walaupun memiliki latar belakang di bidang teknik dan bisnis, mempunyai perhatian lebih terhadap pendidikan kesehatan dan gizi di masyarakat. Perhatian ini muncul ketika Rizal sedang mempelajari "The Science of Gastronomy". Sekarang Rizal sedang bekerja di Lund University, Swedia.